INDUSTRY.co.id - Palembang, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari peluncuran program pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK, Kemenperin telah melakukan beberapa kegiatan pada tahun 2018. 

Advertisement

Kegiatan tersebut diantaranya adalah melaksanakan program peningkatan kompetensi guru produktif.

"Kami telah bekerja sama dengan Institute of Technical Education (ITE) Singapura untuk pelatihan guru produktif bidang teknik permesinan, teknik instalasi pemanfaatan tenaga listrik dan otomatisasi industri sebanyak 100 orang," ungkap Airlangga saat peluncuran Program Pendidikan Vokasi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (11/5/2018).

Advertisement

Kemudian, lanjutnya, kerja sama dengan Formosa Training Center Taiwan untuk pelatihan sebanyak 100 guru di bidang machine tools.

"Kerja sama juga dilakukan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di dalam negeri, yang melibatkan sebanyak 700 guru produktif. Bahkan, kami memfasilitasi program magang guru di industri sebanyak 1000 orang dan penyediaan silver expert hingga 50 orang," lanjut Airlangga.

Advertisement

Di samping itu, program tindak lanjut lainnya adalah penyelarasan kurikulum dan modul pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri sebanyak 34 kompetensi keahlian. 

Selanjutnya, pemberian bantuan  peralatan praktikum untuk SMK, dari kegiatan peluncuran pada tahap I-V kepada 410 SMK dari 80 perusahaan industri, serta kepada 74 SMK di Jawa Timur dan Jawa Tengah dari realokasi anggaran Kemenperin tahun 2017.

Advertisement

Menperin menambahkan, dalam upaya memacu industri nasional untuk mengembangkan pendidikan vokasi, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa pengurangan penghasilan kena pajak sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan. 

"Jadi, super deductible tax ini diberikan kepada industri yang membangun workshop, laboratorium, training center atau teaching factory, dan menyelenggarakan kegiatan vokasi serta memfasilitasi praktik kerja industri bagi siswa dan magang bagi guru SMK," imbuh Airlangga.