INDUSTRY.co.id - Jakarta, Rencana pemerintah membuka kran impor gas untuk industri hanya menjadi solusi jangka pendek untuk memenuhi kurangnya pasokan bagi industri dalam negeri.

Advertisement

"Kalau impor gas bisa memenuhi ekspektasi industri, itu baik sekali, walaupun dari sisi strategisnya agak aneh, karena kita juga punya gas. Tapi, mungkin ada masalah yang membuat harganya jadi tinggi," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani di Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Haryadi, dengan impor gas industri memiliki pilihan menggunakan gas dari dalam negeri atau impor. Apalagi, jika salah satunya jauh lebih murah.

Advertisement

"Strategi ini idealnya hanya dilakukan untuk jangka pendek. Adapun untuk jangka panjang, pemerintah harus memetakan masalah kenapa harga gas dalam negeri jauh lebih mahal," ujarnya.

Haryadi menambahkan, distribusi gas juga diperhatikan karena mencakup siapa yang akan mengelola dan membuat akses menuju pelanggan industri. Dengan begitu, strategi ini bisa berdampak positif bagi industri.

Advertisement

"Kalau bisa menjangkau lebih banyak industri dan harganya lebih murah, sangat bagus sekali," ujar Haryadi.(Hry/ Imq)

Advertisement