INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ingin merevisi target bisnis perseroan pada tahun ini seiring dengan kondisi ekonomi domestik yang diprediksi akan terus membaik.
"Berkaitan dengan target, kita pertimbangkan untuk revisi karena kondisi ekonomi diperkirakan cukup cerah ke depan ya. Kita masih punya waktu sampai Juni, kita pertimbangkan revisi target, bukan turun tapi naik," kata Direktur Utama BRI Suprajarto saat jumpa pers di Jakarta, Kamis(3/5/2018)
Suprajarto menuturkan BRI akan memanfaatkan momentum kondisi ekonomi yang membaik dengan mengubah target penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), termasuk juga target laba.
"Kalau saat ini sudah sesuai tapi melihat kondisi ekonomi yang sebetulnya sekarang masih optimis, makanya saya sebutkan tadi kami akan revisi lagi target. Mungkin tambah 1-2 persen," ujar Suprajarto.
Pada tahun ini, BRI menargetkan pertumbuhan kredit 12,5 persen, pertumbuhan DPK 11 persen, dan pertumbuhan laba 10 persen.
Pada triwulan I 2018, BRI mencetak laba bersih sebesar Rp7,42 triliun, tumbuh 11,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,66 triliun. Salah satu penopang utama laba BRI tersebut yakni penyaluran kredit yang tumbuh 'double digit' diatas rata rata industri perbankan Indonesia.
Pada triwulan I 2018, secara konsolidasi BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp757,68 triliun atau naik sebesar 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp681,27 triliun.
Pencapaian tersebut diatas tingkat pertumbuhan kredit perbankan Nasional pada Maret 2018 yang tercatat 8,5 persen, katanya.
BRI mampu meningkatkan portofolio pembiayaan ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dimana penyaluran kredit ke segmen UMKM tercatat senilai Rp584,7 triliun atau 77,2 persen dari keseluruhan portofolio kredit BRI. Pada periode yang sama tahun lalu, portofolio penyaluran kredit BRI ke segmen UMKM tercatat 74,4 persen.
Selain itu, lanjut Haru, Bank BRI juga berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp22,3 triliun kepada lebih dari 1,1 juta debitur sepanjang triwulan I 2018. Pencapaian tersebut tercatat setara 28,1 persen dari target penyaluran KUR yang diminta oleh Pemerintah kepada Bank BRI pada 2018 yakni sebesar Rp79,7 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI berhasil tumbuh sebesar 12,7 persen ke posisi Rp827,1 triliun rupiah di triwulan I 2018 dari posisi Rp734 Triliun di triwulan I 2017. Tingkat pertumbuhan tersebut jauh diatas tingkat pertumbuhan DPK Nasional Maret 2018 yang tercatat sebesar 7,7 persen.