INDUSTRY.co.id - Jakarta- Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kepada produk-produk pangan impor masih kecil.
"Pada paket komoditas Indeks Harga Konsumen memang masih kecil kalau untuk bahan pangan kedelai, terigu, jagung, itu masih kecil pengaruhnya," ujar Yunita saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (2/5/2018)
Sementara itu, lanjut Yunita, pengaruh pelemahan rupiah terhadap produk impor nonpangan masih belum terlihat karena kecenderungan mulai menguat dalam beberapa hari terakhir kendati hanya tipis penguatannya.
"Karena memang nilai tukar cenderung turun walau beberapa poin, jadi tidak terlalu mengkhawatirkan seperti isu yang berkembang bisa sampai Rp14.000," kata Yunita.
Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Rabu kembali melemah menjadi Rp13.936 per dolar AS dibandingkan Senin (30/4) lalu yang sempat menguat Rp13.877 per dolar AS.
Laju inflasi April 2018 tercatat 0,1 persen, sedikit tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 0,09 persen dan juga dibandingkan April 2016 yang mengalami deflasi 0,45 persen.
Pada April, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,26 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain beras, ikan segar, cabai merah, bayam, kangkung, melon, dan cabai rawit.
Sementara itu, sebagian besar indeks kelompok pengeluaran dimana kenaikan tertinggi di kelompok sandang yaitu 0,29 persen, kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,16 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2018, antara lain bawang merah, daging ayam ras, bensin, tarif kontrak rumah, telur ayam ras, tomat sayur, jeruk, pisang, rokok kretek filter, dan emas perhiasan.
Dari 82 kota, 54 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,32 persen dengan IHK dan terendah terjadi di Padang dan Kudus masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,26 persen dan terendah terjadi di Medan, Bandar Lampung, dan Tegal masing-masing sebesar 0,01 persen.
Komponen inti pada April 2018 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2018 mengalami inflasi sebesar 0,91 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2018 terhadap April 2017) sebesar 2,69 persen.