INDUSTRY.co.id - Jakarta-Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13890 dan resisten 13918. Pergerakan Rupiah diperkirakan masih rentan terjadinya pelemahan seiring masih tingginya volume beli pelaku pasar terhadap USD.

"Diharapkan sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menarik minat pelaku pasar terhadap Rupiah sehingga pelemahannya dapat tertahan. Meski peluangnya kecil namun, diharapkan laju Rupiah dapat kembali menemukan momentum kenaikannya," ujar Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Dikatakan, pergerakan Rupiah di awal pekan ini kembali terdepresiasi. Masih minimnya sentimen positif yang dapat mengangkat Rupiah secara signifikan membuat laju Rupiah rentan terjadi pelemahan kembali. Pergerakan USD pun kembali terapresiasi seiring aksi pelaku pasar yang mengambil posisi pada USD sambil menunggu pertemuan The Fed dan rilis data-data ketenagakerjaan.

Menurutnya, rilis inflasi yang mendekati target The Fed turut memicu terapresiasinya USD. The Fed akan mengakhiri pertemuan dua harinya pada Rabu dimana secara luas diperkirakan akan mempertahankan kebijakan dan pelaku pasar akan mengamati potensi adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juni.

"Pasar juga fokus pada laporan non farm payrolls bulan april April pada akhir pekan nanti, yang dapat memberikan tanda-tanda kekuatan lebih lanjut dalam ekonomi AS," katanya.