INDUSTRY.co.id, Kupang - Kawasan wisata Taman Nasional Komodo yang mulai melebihi kapasitas pengunjung, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mendukung penataan ulang pola kunjungan ke destinasi wisata tersebut.

"Sebagai pelaku wisata kami sangat mendukung agar pola kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo ditata kembali agar lebih terorganisir, "kata Abed Frans di Kupang, Rabu (25/4/2018).

Ia mengatakan terkait rencana otoritas Balai TN Komodo yang menata kembali arus wisatawan dengan membatasi jumlah kunjungan untuk menghindari dampak kelebihan kapasitas (overcapacity) terhadap kawasan wisata Komodo .

Balai TN Komodo mencatat kunjungan yang semakin membeludak dan dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan atau habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu.

Dalam tahun 2017, jumlah wisatawan ke TN Komodo tercatat mencapai sekitar 122 ribu orang atau naik sekitar 11 persen dari tahun 2016 sebanyak 82 ribu orang.

"Dalam kondisi musim ramai kunjungan atau high sesion, arus wisatawan per bulan bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang," kata Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan secara terpisah.

Menurut Abed Frans, kunjungan wisatawan ke kawasan Komodo harus ditata kembali agar lebih terorganisir untuk melindungi satwa Komodo (Varanus komodoensis) dari dampak aktivitas wisatawan ssmakin membeludak.

Otoritas terkait, lanjutnya, memang mengejar peningkatan angka kunjungan namun bukan berarti tidak bisa mengatur pola kunjungan yang baik demi kelestarian satwa Komodo yang merupakan bagian dari keajaiban dunia) (new7 wonders) itu.

"Sehingga bukan dibatasi melainkan pola kunjungan diatur misalnya dengan pola grup yang diatur berapa jumlah yang masuk dalam kawasan dalam waktu kunjungan tertentu," katanya.

"Wisatawan perorangan juga bisa digabung dalam grup sehingga lebih terorganisir juga," katanya lagi.

Ia menambahkan, selain untuk menjaga kondisi satwa Komodo, penataan kembali pola kunjungan wisatawan juga untuk memudahkan otoritas setempat mengendalikan masalah sampah hasil dari aktivitas wiatawan. (Ant)