INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,47% atau 30 poin ke posisi 6.308 pada akhir perdagangan Senin (23/04/2018) dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di level 6.337.
Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga 233 saham, terutama saham-saham properti, yang ditransaksikan pada perdagangan hari ini. Disamping itu, ada 148 saham menguat, 123 saham stagnan dan 117 saham yang tidak ditransaksikan sama sekali.
Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI hari ini mencapai Rp7,27 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp5,31 triliun dan di Pasar Negosiasi sebesar Rp1,96 triliun.
Total volume transaksi pada perdagangan hari ini mencapai sebanyak 113,03 juta lot saham, hasil dari 376.825 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih sebesar Rp1,02 triliun dengan volume penjualan bersih sebanyak 3,3 juta lot saham.
Enam dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor properti mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,89% atau 4,54 poin ke posisi 506. Kemudian disusul oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing terpangkas 0,85% dan 0,73%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers hari ini adalah KLBF yang harganya turun 4,39% atau Rp70 menjadi Rp1.525 per unit, SRIL yang harganya tergerus 3,93% atau Rp14 menjadi Rp342 per unit dan AKRA yang harganya susut 3,46% atau Rp200 menjadi Rp5.575 per unit.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah UNTR yang harganya naik 2,03% atau Rp750 menjadi Rp37.600 per unit, WSBP yang harganya meningkat 1,91% atau Rp8 menjadi Rp426 per unit dan ADRO yang harganya terangkat 1,34% atau Rp30 menjadi Rp2.260 per unit. (Abraham Sihombing)