INDUSTRY.co.id, Jakarta - Tahun 2017 ini indeks pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan diangka 5,3 persen. Adapun sektor pendukungnya seperti komoditi, belanja infrastruktur yang menjadi prioritas mencapai 22 persen, dan investasi swasta masih relatif terbatas.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 5,3 persen, dengan katalisnya di dominasi oleh domestic demand driven dan komoditi akan terus meningkat,” kata Senior Economist Standard Chartered Bank, Aldian Taloputra dalam acara Outlook 2017  Standard Chartered Bank Global Reseacrh Briefing, di Hotel Shangri-La, Senin (23/1/2017).

Kata Aldian, kenaikan harga komoditas ini tidak hanya menolong nilai ekspor Indonesia, tetapi juga akan mendongkrak daya beli masyarakat Indonesia dan belanja pemerintah.

“Sepanjang 2017 inflasi berada di 4,3 persen dan Kami memperkirakan inflasi makanan akan lebih stabil. Belanja pemerintah juga kelihatannya akan positif dan permintaan komoditas akan meningkat,” jelas dia

Selain itu, menurutnya investasi swasta diperkirakan tidak banyak berubah dibandingkan tahun lalu. Investor cenderung memilih investasi yang berorientasi ke dalam negeri dibandingkan ekspor.

"Investasi swasta kita perkirakan masih relatif terbatas. Ini kembali lagi kalau kita lihat sisi permintaan eksternal masih relatif tidak banyak berubah. Jadi investasi lebih banyak ke sektor-sektor yang berorentasi ke dalam daripada ke luar," tutur Aldian.