INDUSTRY.co.id, Karangasem - Sebagai wujud rasa syukur sebagai umat sedhrama, Desa Pakraman Nongan, Kabupaten Karangasem, Bali menggelar ritual Ngusaba Dalem yang akan diselenggarakan mulai tanggal 18 hingga 21 April 2018.

Advertisement

Kegiatan yang sudah menjadi rutinitas ini, merupakan salah satu ritual Ngusaba Dalem yakni Pura Dalem Kupa dan Pura Dalem Nongan yang diselenggarakan tiap Bulan Desta yaitu pada tahun Saka.

Menurut Pakraman Nongan I Gusti Ngurah Wiryanata selaku Bandesa (Ketua Adat) mengatakan, "Rangkaian kegiatan Ngusaba Dalem tersebut diawali dengan upakara melasti yakni penyucian arca dan benda sakral di sumber air yang dipercaya membawa berkah kesucian, dilanjutkan dengan upakara pengusaban di masing-masing pura dalem tersebut pada Rabu," ujarnya, Selasa (17/4/2018) dikutip dari antara.

Advertisement

pada Kamis (19/4/2018) dilakukan ritual "Memasar" kedua "Betara Dalem Kupa dan Nongan" yang akan melakukan iring-iringan menuju Bale Agung di Pasar Nongan, yakni lokasinya sekitar empat kilometer sepanjang Jalan Raya Besakih di kawasan tersebut, sekitar pukul 13.00-14.00 Wita.

"Untuk itu kami juga mohon kepada pengguna jalan raya di sepanjang Jalan Raya Besakih atau menuju Pura Agung Besakih untuk mencari jalan alternatif. Dan kami selaku ketua ada minta maaf atas terganggunya perjalanan masyarakat yang akan sembahyang ke Pura Agung Besakih, sebab rangkaian ritual tengah berlangsung di pura terbesar di Pulau Dewata," ucapnya.

Advertisement

Sedangkan pada Jumat (20/4/2018) dilakukan upacara ritual "pangayar" kepada "Betara Dalem", yakni manisfestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa), dan pada Sabtu (21/4/2018) digelar "panyineban", yakni seluruh rangkaian ritual keagamaan yang dipusatkan di Bale atau Pasamuan Agung di Pasar Nongan akan kembali ke masing-masing pura tersebut.

"Selama kegiatan tersebut, arus lalu lintas akan mengalami gangguan di sepanjang Jalan Besakih Desa Nongan. Untuk itu kami sekali lagi mohon maaf kepada masyarakat pengguna jalan karena arus lalu lintas dipastikan akan terganggu. Bagi kendaraan pengangkut material galian C bisa mengalihkan perjalanannya lewat Jalan Sidemen menuju Klungkung maupun Denpasar," katanya.

Advertisement

Ia mengharapkan kepada masyarakat Nongan yang ada di perantauan untuk dapat melakukan persembahyangan bersama selama kegiatan ritual "Nyejer Betara Dalem Kupa dan Nongan" yang sudah ditentukan jadwalnya.