INDUSTRY.co.id, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang konsep dasar manajemen krisis kepariwisataan, strategi komunikasi krisis, dan mitigasi dampak krisis kepariwisataan, Kemenpar menyelenggarakan Forum Komunikasi Krisis Kepariwisataan (Forkom Krispar) dengan tema ‘Penyusunan Grand Design Manajemen Krisis Kepariwisataan’.
"Crisis Center Kemenpar telah menggunakan standar internasional untuk menangani krisis, sehingga semua isu negatif bisa di-counter secara cepat untuk mencegah persepsi lain. Dan itu sudah diterapkan ketika peristiwa Bom Thamrin, erupsi Gunung Raung, Gunung Barujari, dan yang terakhir Gunung Agung,” ungkap Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Jakarta, Sabtu (14/4/2018).
"Forum komunikasi ini sangat penting dilaksanakan untuk mendapatkan masukan dari pihak-pihak yang berwenang dalam penanganan krisis pariwisata, sehingga dapat tercipta Grand Design Manajemen Krisis Pariwisata yang kuat dan nantinya akan lebih mudah memetakan siapa melakukan apa dan bagaimana," Ukus menambahkan.
Dikethaui, Indonesia berada di ring of fire, mempunyai 127 gunung berapi yang merupakan 13 persen dari total gunung api di dunia. Sebanyak 77 di antaranya adalah tipe A yang artinya memiliki potensi untuk meletus. Jika tidak dikelola dengan baik, pemberitaan erupsi gunung berapi (dan bentuk bencana lainnya) akan berdampak pada pariwisata.
Ukus menegaskan bahwa ‘aman’ sebagai salah satu unsur Sapta Pesona merupakan faktor utama dalam sektor pariwisata. Untuk itu, negara perlu memberikan kepastian keamanan kepada wisatawan, baik dari ancaman bencana alam, politik, terorisme, kesehatan, dan lainnya.
Sementara, Kepala Biro Komunikasi Publik, Guntur Sakti, menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata melalui focal point Bagian Manajemen Krisis Kepariwisataan terus melakukan pemantauan isu yang berpotensi menjadi krisis pariwisata dan berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait untuk mengumpulkan informasi pendukung dan menentukan langkah strategis.
Guntur menambahkan bahwa penanganan krisis kepariwisataan Indonesia mendapatkan apresiasi dari negara-negara anggota ASEAN.
“Kementerian Pariwisata Indonesia ditunjuk sebagai salah satu pembicara dalam pertemuan ASEAN Crisis Communication Meeting (ACCM) yang akan berlangsung di Kuala Lumpur pada 25 – 29 Juni 2018 mendatang. Penunjukan ini terkait dengan paparan Best Practice Tourism Crisis Management, Case, Mount Agung Eruption 2017 yang disampaikan oleh Kemenpar pada ASEAN Tourism Competitiveness Meeting (ATCM) di Laos pada 2 – 5 April 2018 yang lalu.”