INDUSTRY.co.id - Denpasar- Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Bali Ketut Ardana mengatakan Pulau Dewata mengharapkan penerbangan langsung ke India karena prospek wisatawan negara tersebut sangat besar.

Advertisement

"Mudah-mudahan maskapai penerbangan lain berani mengambil terobosan untuk terbang langsung India ke Bali," katanya di Denpasar, Minggu (21/1/2017).

Baru-baru ini maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah membuka penerbangan langsung Jakarta-Mumbai.

Advertisement

Ardana mengatakan penerbangan tersebut telah mendorong pertumbuhan wisatawan dari negeri dengan ikon Taj Mahal itu ke Bali.

Namun apabila dibuka juga jalur Bali-India dan sebaliknya, pertumbuhan wisatawan dari negeri Bollywood itu diprediksi akan lebih tinggi.

Advertisement

Menurut dia, wisatawan India merupakan salah satu pangsa pasar terbesar setelah China, Australia dan negara lainnya.

Apalagi Pulau Dewata, lanjut dia, menjadi destinasi wisata yang populer di kalangan para pelancong India.

Advertisement

Wisatawan India, kata dia, rata-rata memiliki lama tinggal di Pulau Dewata lima hari empat malam dengan pengeluaran per hari yang tergolong tinggi.

Catatan Antara, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat wisatawan India tumbuh paling tinggi selama tahun 2016 yang mencapai 60,59 persen selama periode Januari-November 2016 mencapai 164.345 orang jika dibandingkan tahun 2015.

Selain India, wisatawan dari China juga tumbuh signifikan sebesar 41,2 persen dan disusul Inggris mencapai 35,3 persen.

Total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali selama Januari-November 2016 mencapai hampir 4,5 juta atau melonjak 23 persen dibandingkan periode sama tahun 2015.

Australia masih menduduki posisi puncak kunjungan wisatawan asing dengan lebih dari satu juta wisatawan datang ke Bali atau naik 19 persen.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penerbangan langsung Maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke Mumbai, India.

Pengumuman itu disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Mughal Room Lantai 1 Hyderabad House, New Delhi, Senin (12/12/2016().

"Saya senang mengumumkan bahwa Garuda Indonesia, mulai hari ini akan terbang langsung ke Mumbai dari Jakarta," katanya.

Penerbangan langsung itu diharapkan memperkuat hubungan kerja sama antara kedua negara.

Presiden Jokowi bahkan menyatakan yakin bahwa hal itu akan meningkatkan perdagangan dalam rangka mendukung kerja sama ekonomi dan hubungan antarwarga atau "people to people contact".