INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pertamina perlu benar-benar memprioritaskan terhadap masa depan keluarga korban yang meninggal dunia dampak kebocoran pipa minyak milik BUMN tersebut di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Perhatian khusus kepada korban harus diprioritaskan dan diselesaikan," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron dalam rilis, Selasa (10/4/2018).
Menurut Herman Khaeron, keluarga korban harus dijamin masa depannya, begitu juga dengan masyarakat lain yang dirugikan di sekitar area terdampak.
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, persoalan tersebut harus diselesaikan dengan segera dan jangan ditawar-tawar karena ini adalah persoalan rakyat.
Ia juga menyoroti kurangnya sosialisasi pencegahan karena dinilai kebocoran yang berasal dari pipa Pertamina itu tidak segera diketahui masyarakat luas sebelumnya.
Kejadian tumpahan minyak dan kebakaran di Teluk Balikpapan mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan ribuan pohon mangrove terdampak, serta minyak mencemari kawasan seluas 12,7 ribu hektare di Teluk Balikpapan dan muaranya di Selat Makassar.
Kelima korban adalah masyarakat yang pergi memancing saat kejadian berlangsung. Mereka sebagian terjebak api dan sebagian tenggelam di laut saat berusaha menyelamatkan diri. Para korban tersebut ialah Sutoyo (52), Suyono (45), Imam Nurokhim (41), Agus Salim (42), dan Wahyu (27), semuanya warga Kota Balikpapan.
Walau belum dipastikan apa penyebabnya, pada hari kedua setelah tumpahan minyak, masyarakat menemukan satu individu pesut (Orcaella brevirostris) betina berusia lebih kurang empat tahun tewas di Pantai di kawasan belakang Gedung DPRD Balikpapan di Klandasan.
Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah akan melindungi rakyat korban tumpahan minyak seperti yang terjadi di Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Kita lagi lihat, konsekuensinya kalau dia terlibat, ada aturannya. Ya nanti ada tindakan hukum atau dari aspek ekonomi," kata Luhut ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Luhut mencontohkan kasus Montara yang menyebabkan kerugian pada rakyat di daerah yang terkena tumpahan minyak. Menko Kemaritiman juga menyebutkan bahwa pemerintah akan menyelesaikan masalah itu dengan sebaik-baiknya. (tar)