INDUSTRY.co.id - Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir data dan perkembangan pertumbuhan industri perbankan syariah sepanjang 2017 yang cukup pesat.
Dari sisi aset industri perbankan syariah capai Rp435 triliun. Dengan pembiayaan pembiayaan mencapai Rp291 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp342 triliun. Capital Adequacy Ratio (CAR) di posisi 17,91%. Funding to Deposit Ratio (FDR) di posisi 85,31%. Non Performing Loan (NPF) di posisi 3,87%. Return off Asset (ROA) di level 1,17% dan Biaya Operasional (BOPO) di posisi 89,62%. Demikian laporan OJK dikutip Rabu (11/4/2018).
Adapun market share perbankan syariah 5,78% didominasi 66,21% oleh Bank Umum Syariah (aset Rp 288 triliun). Pembiayaan Rp291 triliun dengan 5,4 juta rekening, by contak didominasi Murabahah 53,23%, by purpose didominasi pembiayaan produktif 58,22%, by sector didominasi household 40,67%.
Untuk DPK Rp342 triliun dengan rincian 25,8 juta rekening. By Instruments didominasi deposito 57,82% dengan komposisi tertinggi Deposito 1bulan. Regional OJK penyumbang aset industri tertinggi yaitu DKI Jakarta dengan 54,87%
Pada regional data perbankan syariah, market share tertinggi di Aceh (33,51%) dan
terendah NTT (0,48%). Jaringan kantor tertinggi di Jawa Barat (369) dan terendah di Papua Barat, Sulbar dan NTT (4).