INDUSTRY.co.id, Bandung - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman memprediksi pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) di tahun 2017 tumbuh diangka delapan persen. Pertumbuhan itu ditopang oleh bisnis ritel dengan menjamurnya minimarket di perkotaaan. Selain itu, pertumbuhan itu juga didukung tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan naiknya jumlah populasi.

Advertisement

"Industi mamin masih didukung oleh retailer, minimarket pertumbuhannya luar biasa, makin hari makin lebih baik. Indomaret dan Alfamart ini sangat membantu pertunbuhan mamin. Kita masih banyak tumbuh di sana," ujar Adhi kepada INDUSTRY.co.id saat ditemui di sela Talkshow dengan tema 'Prospek Ekonomi dan Peluang Bisnis Sektor Industri Tahun 2017' di Crown Plaza, Bandung, Jumat (20/1/2017).

Meski begitu, Adhi tidak mengecilkan peran pasar tradisional yang mencapai angka 60 persen penjualan daripada pasar modern. Karena itu, Adhi tetap berharap pemerintah di masing-masing daerah mau membenahi pasar tradisional.

Advertisement

"Kalau tidak dibenahi, penjualan di pasar tradisional akan terus menurun. Yang terpenting itu kemudahan belanja. Nah, karena itulah kita harus membenahi tradisional market," tukas Adhi.

Adhi mematok pertumbuhan Industri makanan dan minuman tahun ini di kisaran delapan persen. Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini setiap tahun memang cukup tinggi. Dari 2011 hingga 2016 setidaknya memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 7,8 persen. Meski begitu, Adhi tidak sesumbar pasalnya bahan industri mamin masih tergantung pada pasokan impor.

Advertisement

"Industri mamin tergantung sekali pada kurs dollar karena banyak yang impor. Tahun ini relatif stabil, ini yang menambah optimisme jauh lebuh baik daripada 2016," tegas Adhi.

Selain itu, yang memompa optimisme Adhi adalah kontribusi pemerintah yang mencapai 33 persen. Dia hanya berharap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mau menjaga supaya tidak ada gejolak tenaga kerja. "Industri ini player-nya juga cukup banyak, tenaga kerjanya yang langsung 4 juta lebih. Tinggal tugasnya Apindo memastikan pembinaan supaya kita tetap harmonis dalam bekerja," ujarnya memungkasi.(iaf)

Advertisement