INDUSTRY.co.id, Lumajang - Setelah selama tiga bulan ditutup, pendakian Gunung Semeru telah dibuka pada tanggl 4 April 2018 lalu. Tentu saja dengan dibuka kembali, Gunung Semeru mulai ramai oleh para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement

Industry.co.id berkesempatan untuk mendaki ke Gunung Semeru melewati jalur Kabupaten Lumajanga bersama dengan waratawan pariwisata dari Jakarta. Tetapi, sebelumnya, calon pendaki diharuskan mengikuti briefing atau sosialisasi dan diberikan pembekalan atau peraturan untuk mendaki.  Briefing tersebut dilakukan di aula Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Lumajang tiap dua jam sekali, dan dimulai pukul 08:00 WIB.

Dari pihak relawan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sukaryo yang memberikan materi kepada pendaki agar tetap mematuhi aturan yang ada.

Advertisement

Pintu Gerbang Jalur Pendakaian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Foto: Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Advertisement

Berikut ini, menurut Sukaryo hal-hal yang perlu diperhatikan selama pendakian ke Gunung Semeru.

Hal yang perlu diperhatikan saat mendaki ke Gunung Semeru :

Advertisement

1. Wajib memakai sepatu
Karena medan yang tak selalu landai dan berbatuan, para pendaki disarankan untuk menggunakan sepatu.

2. Jaga konsertrasi dan jaga kekompakan tim
Ia mengatakan bahwa konsentrasi dan kekompakan tim sangat diperlukan selama pendakian agar selama perjalanan jika bahaya mengancam harus siap.

Seperti, ada jalur yang rawan longsor. Lalu, jalur pelintasan macan tutul di pos dua ke pos tiga. Sebelumnya, pendaki tahun 2015 pernah berpapasan dengan macan tutul.

3. Tidak ada sinyal

Dia menyarankan sebelum mendaki, beritahulah atau kabarkan kerabat atau keluarga bahwa Kamu akan mulai mendaki.

Peraturan sebelum mendaki :

1. Calon pendaki harus membawa surat keterangan kesehatan dari dokter dengan batasan waktu sehari sebelum mendaki. Kamu bisa mendapatkan keterangan kesehatan tersebut dari rumah sakit, klinik di daerah Kabupaten Lumajang.

2. Jangan lupa untuk membawa perlengakapan seperti sepatu/sendal trekking, sleeping bag, obat-obatan, jaket, pakaian lengan panjang, pakaian tambahan, logistik yang cukup, jas hujan, daypack/ransel/carrier/, perlatan masak, tenda dan senter.

3. Bawalah fotocopy kartu identitas Kamu seperti paspor yang masih berlaku, KTP/KTM.

4. Karena sudah menggunakan sistem online, perlu diperhatikan sebelum mendaki, Kamu harus mendaftar secara online melalui website TNBTS.

"Untuk mengantisipasi membeludaknya pendaki pada high season, untuk membatasi pendaki Kami sekarang menggunakan sistem booking online," ungkapnya.