Mendag Duga Ada Persaingan Industri Dibalik Larangan Penggunaan Kelapa Sawit di Eropa dan As

Oleh : Hariyanto | Selasa, 10 April 2018 - 15:51 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menduga ada persaingan industri dibalik larangan penggunaan kelapa sawit dan produk turunannya di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

"Saya melihat ada persaingan, (karena) memproduksi minyak yang lain, mereka memproduksi 'vegetable oil', ada 'rapeseed oil', yang harganya menjadi lebih mahal karena CPO kita lebih murah. Ini persaingan, persaingan yang tidak sehat," kata Enggartiasto usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Senin (9/4/2018).

 Menteri Enggar menilai persoalan yang diutarakan oleh pihak Uni Eropa selalu terkait lingkungan, padahal sebenarnya mereka ingin meningkatkan industri minyak sayur dan "rapeseed oil" dalam negeri mereka.

"Mereka selalu beralasan dengan lingkungan, 'sustainability'. Kita juga akan ikuti kalau itu dilakukan dengan adil," jelasnya. 

Terkait akan hal itu, Mendag mengatakan pihaknya akan terus bernegosiasi dengan pihak pembuat kebijakan di Uni Eropa. Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan pihaknya akan lebih menekankan pada pembentukan kesan positif bagi Uni Eropa.

"Sekarang itu kan yang terbangun adalah kesan negati terhadap produk sawit. Kalau saling melarang ya pengaruhnya ke kesan negatif. Oleh karena itu arahan Pak Menteri (Enggartiasto) itu supaya kita jangan selalu defensif," katanya.

Oke menjelaskan selama ini pihak Pemerintah selalu "melawan" pernyataan yang dilontarkan oleh pihak Uni Eropa. Sehingga, kini saatnya Pemerintah Indonesia mengedepankan negosiasi untuk memperoleh titik temu dan solusi dari yang dikhawatirkan oleh pihak Uni Eropa. 

"Kalau dulu ceritanya defensif itu disebut 'sawit tidak sehat', kita sebut 'sehat'. Disebut 'sawit deforestasi', kita sebut 'enggak'. Nah, sekarang harus ada langkah berikutnya. 'Playing field'-nya disamakan," ujar Oke

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Komandan Puspom TNI Sampaikan Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:30 WIB

Berikut Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, S.H., M.H. memberikan keterangan pers kepada awak media terkait pembunuhan anggota TNI yang dilakukan oleh oknum Perwira…

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menggunakan Panser Anoa milik Detasemen Kavaleri 3/Serigala Ceta dalam rangka menghadiri HUT Bhayangkara…

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-N/UNIFIL atau Indobatt menggelar latihan kesiapsiagaan Batalyon Mobile Reserve (BMR) dari Kompi Delta secara…

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono,M.Tr (Han)

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Dankormar Dukung Prajurit Marinir Ikuti Kemajuan Teknologi

- “Kalian harus terus mengisi dan mengembangkan diri dengan ilmu serta mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang”, ucap Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor…

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Bisnis Pontang-panting, Pengusaha Butuh Stimulus Modal Kerja Rp 600 Triliun

"Kami hitung bersama dengan Kadin untuk sektor tekstil, transportasi, dan sektor manufaktur lainnya itu membutuhkan bantuan modal usaha sebesar Rp 600 triliun untuk setahun,"