INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan Rupiah sedikit lebih baik dibandingkan akhir pekan kemarin yang cenderung mengalami pelemahan di tengah laju USD yang terdepresiasi karena masih adanya kekhawatiran perang dagang. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13766 dan resisten 13753

Analis Binaartha Institutional Research, Reza Priyambada mengatakan,  pada perdagangan awal pekan ini kecemasan sedikit mereda dengan adanya harapan akan adanya titik temu antara AS-Tiongkok untuk mengakhiri potensi terjadinya perang dagang diantara keduanya.

“Di sisi lain, laju USD terlihat mulai menguat setelah adanya laporan kajian terhadap depresiasi Yuan untuk membantu mengatasi potensi terjadinya perang dagang. Namun demikian, minimnya sentimen negatif dari dalam negeri membantu Rupiah untuk kembali menguat,” kata dia di Jakarta, Selasa (10/4/2018)..

Menurut dia, penguatan terbatas Rupiah setelah adanya penilaian akan meredanya ketegangan perang dagang AS-Tiongkok memberikan sentimen positif pada laju Rupiah yang dapat kembali menguat. Namun demikian, pelaku pasar juga memanfaatkan pelemahan laju USD untuk kembali masuk sehingga dapat berpotensi menahan terapresiasinya Rupiah jika permintaan tersebut kian besar.

“Pergerakan variatif kembali mencoba menguat masih dimungkinkan bagi Rupiah. Diharapkan sentimen negatif dapat lebih mereda serta tetap cermati dan waspada terhadap sentimen yang membuat laju Rupiah kembali tertahan kenaikannya. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13766 dan resisten 13753,” katanya.