Meski Harga Energi Meningkat, Pemerintah Tetap Tak Naikan Tarif Listrik Hingga 2019

Oleh : Hariyanto | Jumat, 06 April 2018 - 14:45 WIB

Pembangkit Listrik di Indonesia
Pembangkit Listrik di Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah tren kenaikan harga minyak dan batubara global, Pemerintah menjamin tarif listrik masyarakat tidak naik. Sebagai energi primer pembangkit listrik, kedua komoditi tersebut memang cukup mempengaruhi Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkitan listrik.

Tren Indonesian Crude Price (ICP) meningkat mencapai US$61,87 per barel pada Maret 2018, naik dari Juni 2017 yang hanya sebesar US$43,7 per barel. Demikian halnya harga batubara acuan (HBA) bulan Maret 2018 mencapai US$101,86 per ton, padahal Juni 2017 angkanya hanya US$75,5 per ton.

Harga minyak dan batubara juga menjadi sebagian penyebab meningkatnya BPP pembangkitan listrik tahun 2017 menjadi sebesar Rp. 1.025 per kWh dibanding tahun sebelumnya.

"Perkembangan harga energi global diluar kontrol kita. Variabel pembentuk BPP listrik seperti harga minyak atau BBM, harga batubara, harga gas, harga beli listrik dari pembangkit swasta meningkat, semuanya meningkat. Itu terjadi secara global. Kita mitigasi dengan policy action yang tepat, tarif listrik masyarakat tidak dinaikkan, bahkan hingga 2019 nanti. Itu untuk melindungi daya beli dan daya saing industri," ungkap Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (6/4/2018).

Menanggapi tren kenaikan harga energi global tersebut, respon Pemerintah yaitu melindungi daya beli masyarakat dan daya saing industri dengan tidak menaikkan tarif listrik, tetap memberikan subsidi penuh kepada rakyat kecil dan terus melakukan praktek efisiensi biaya pokok penyediaan listrik.

Subsidi penuh diberikan untuk rakyat kecil sehingga tarif listrik rumah tangga pelanggan 450 VA tetap sebesar Rp. 415 per kWh dan pelanggan 900 VA tidak mampu sekitar Rp. 605 per kWh. Jauh dibawah tarif keekonomian sebesar Rp. 1.467 per kWh. Sedangkan tarif rumah tangga 900 VA mampu sebesar Rp. 1.352 per kWh dan pelanggan 1.300 VA keatas sesuai harga keekonomian.

Subsidi listrik tetap diberikan secara tepat sasaran, utamanya bagi pelanggan kecil. Realisasi subsidi tahun 2017 (unaudited) sebesar Rp. 45,7 triliun, turun dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp. 63,1 triliun. Sejak tahun 2015, besaran subsidi listrik menurun signifikan dibanding sebelumnya. Berikut besaran subsidi listrik dari tahun 2013 berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), tahun 2013 (Rp. 100 triliun), tahun 2014 (Rp. 101,8 triliun), tahun 2015 (Rp. 58,3 triliun), tahun 2016 (Rp. 63,1 triliun).

"Policy subsidi energi itu terus dibuat semakin tepat sasaran, karena anggaran negara juga terbatas dan diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih menyentuh rakyat. Sejak tahun 2015, subsidi energi menurun sedangkan belanja infrastruktur, kesehatan dan pendidikan meningkat. Subsidi merupakan bantalan untuk melindungi daya beli masyarakat, tapi harus tepat sasaran. Seperti saat ini agar tarif listrik utamanya rakyat kecil tidak naik," pungkas Agung. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:30 WIB

Sesalkan Aksi Pembakaran Mapolsek Tambelangan, Khofifah Dukung Polri Usut Tuntas

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Jawa Timur. Khofifah mendorong Polisi segera memproses hukum siapapun pelaku dan provokator…

BCA (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 12:00 WIB

Digelar BCA Autoshow Padang 2019, Pelayanan Kebutuhan pada Kendaraan Bermotor

Inisiatif PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam memberikan pelayanan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor kembali diwujudnyatakan dalam gelaran BCA Autoshow 2019 pada tanggal 21 Mei…

Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo saat mengunjungi Kopwan SBW di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/5/2019).

Jumat, 24 Mei 2019 - 11:14 WIB

Cegah Kredit Macet, LPDB Mulai Lirik Pola Tanggung Renteng Jadi Role Model

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tertarik dengan pola tanggung renteng yang dikembangkan oleh Koperasi Wanita Setia Bhakti Wanita (SBW) Jawa…

Pelindo 1 (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 24 Mei 2019 - 11:00 WIB

Kapal Temas Line Rutin Sandari Pelabuhan Kuala Tanjung

Dua kapal milik Pelayaran Tempuran Emas (Temas Line), MV Situ Mas dan MV Segoro Mas sandar di Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan…

MOU kerjasama antara RS BP Batam dengan dClinic International dan Deloitte South East serta JP Consulting yang akan mengatur manajemen proyek dan keahlian tata pemerintahan klinis telah ditandatangani di RS Batam

Jumat, 24 Mei 2019 - 10:50 WIB

Rumah Sakit BP Batam Terapkan Layanan Kesehatan Berbasis Blockchain

Dengan layanan kesehatan berbasis blockchain pertama di Indonesia, Batam siap menjadi pemimpin dunia dalam penerapan teknologi kesehatan yang komprehensif