INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Jokowi percaya revolusi industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru daripada jumlah lapangan kerja yang hilang.
"Saya percaya bahwa revolusi industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja baru," kata Presiden Jokowi pada pembukaan Indonesia Industrial Summit 2018, di Jakarta Convention Center, Rabu (4/4/2018).
"Artinya apa? apakah revolusi industri ini sebuah peluang besar? Jawaban saya, iya. Kalau kita mempersiapkan, merencanakan, dan bisa mengantisipasi ini," tambahnya.
Jokowi mengatakan, revolusi Industri 4.0 ini bisa menjadi ancaman bisa juga tidak, hal tersebut tergantung dari mana kita menyikapi revolusi induatri 4.0 tersebut.
"Apakan revolusi 4.0 ini sebuah ancaman? Menurut saya jawabannya, iya dan tidak. Bisa iya bisa tidak, tergantung kita," tegasnya.
Jokowi menyebutkan, revolusi industri 4.0 terdiri dari beberapa hal. Pertama,kombinasi dari komputasi awan atau cloud computing dengan mobile internet, di mana ratusan juta smartphone berkomunikasi dengan baik di platform komputasi cloud.
"Dan sekarang ini sudah mulai terjadi dengan ratusan juta smartphone setiap hari menyumbang data ke platform-platform seperti Google Facebook Amazon Alibaba tensen. Maka terjadilah fenomena yang kita namakan big data," ungkapnya
Kemudian, kata Jokowi, artifisial intelijen, mesin cerdas, software software baru yang bisa mencermati korelasi korelasi di dalam big data tadi, bisa mencermati pola-pola statistik di dalam big data itu. "Ini hati-hati kita harus mengerti ini," katanya
Selanjutnya, imbuh Jokowi, internet of thing atau iot di mana bukan hanya smartphone yang konek ke internet tetapi benda-benda di sekeliling kita pun semakin banyak yang terkoneksi ke internet.
"Teknologi-teknologi ini, cloud computing mobile internet dan mesin cerdas, artifisial intelijen kemudian digabung menjadi generasi baru robotik seperti pesawat drone, autonomous vehicle atau kendaraan otonom yang bisa mengendarai diri sendiri tanpa dikendarai manusia," katanya.