Kementan Pastikan Pasokan Bawang Putih Aman untuk Stabilkan Harga

Oleh : Wiyanto | Selasa, 03 April 2018 - 15:04 WIB

Bawang Putih (ist)
Bawang Putih (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– Kementerian Pertanian memastikan agar importir segera mendistribusikan pasokan bawang putih menyusul kabar melonjaknya harga di pasaran. Dari data yang ada, seharusnya memang tidak ada kendala yang berarti dalam pengendalian harga bawang putih.

“Kami segera konsolidasi dengan importir untuk memasok bawang putih ke pasar agar harga terkendali,” kata Yasid Taufik, Direktur Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hortikultura

Berdasarkan pantauan perkembangan harga selama bulan Januari sampai dengan April pasokan harga bawang putih relatif normal. Pasokan bawang putih ke Pasar Induk Kramat Jati selama Januari sampai dengan Maret minggu ke 2 pasokan berkisar 13-24 ton/hari dengan harga berkisar 14-23 ribu/kg.

Bahkan, sejak 27 Maret pasokan bawang putih ke pasar induk terjadi peningkatan dua kali lipat berkisar 36-60 ton/hari dgn harga 19-21 ribu/kg. Meningkatnya pasokan bawang putih ini sejalan dgn mulainya direalisasikan impor bawang putih oleh importir sesuai Surat Persetujuan Impor (SPI) dari kemendag yg dimiliki oleh importir.

Diakui bahwa produksi bawang putih hanya mampu memenuhi sekitar 5-10 persen dari kebutuhan pasar dalam negeri. Sejak tahun 1998, Indonesia sangat ketergantungan terhadap pasokan bawang putuh impor. Tak heran, meski merupakan bahan makanan penting,,bawang putih langganan impor dan menyumbang inflasi setiap jelang hari raya. Untuk menyelesaikan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah membuat terobosan kebijakan untuk percepatan swasembada bawang putih.

Importir Wajib Tanam Bawang Putih

Salah satunya adalah dengan mewajibkan para importir untuk menanam dan menghasilkan  bawang putih sebesar 5 persen dari dari volume permohonan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pertanian Nomor 38 tahun 2017 dan sudah dijalankan dengan baik seperti pada panen perdana pada pertengahan bulan lalu di Kabupaten Banyuwangi. "Bawang putih agro-climatenya cocok di Indonesia," tukas Amran.

Selain itu, Menteri Pertanian juga sudah melakukan upaya untuk membuka lahan untuk ditanami bawang putih. Untuk mencapai swasembada bawang putih sebesar 600 ribu ton diperkirakan hanya membutuhkan lahan seluas 73 ribu hektar.

"Kebutuhan lahan yang untuk bawang putih sangat kecil. Kalau dibandingkan dengan jagung dan padi yang kebutuhan lahannya 21 juta hektar," ujar Menteri Amran optimis.

Berdasarkan data Badan Litbang Pertanian, tersedia potensi lahan yang cocok untuk pengembangan bawang putih seluas 629.000 hektar yang terdiri dari 259.000 hektar lahan diversifikasi (tegalan) dan 370.000 hektar lahan eketensifikasi (semak belukar).

"Tahun ini, insyaallah sudah ada lahan 15 ribu hektar. Naik sekitar seribu persen dari tahun 2014 yang cuma sekitar seribu hektar lebih. Dalam dua tahun kedepan paling lambat insyaallah sudah swasembada," tambahnya.

Sebagai upaya tersebut, Kementan juga telah membuat relaksasi aturan perbenihan, lalu penjajakan dan ujicoba benih impor beberapa negara, dan memacu produksi benih lokal melalui kegiatan APBN dan swadaya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:32 WIB

Masaro Jadi Paradigma Baru untuk Mengatasi Masalah Sampah di Indonesia

Tata kelola penanganan sampah di Indonesia belum baik, terlebih perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarang sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan. Kini melalui manajemen sampah…

Direktur Utama BRI Suprajarto saat di PBB

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:07 WIB

Dirut BRI Berbicara Tentang Pemberdayaan UMKM di Forum PBB

New York -  Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menjadi pembicara dalam salah satu forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berjudul Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day 2019…

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:01 WIB

Ini Fakta Benar Soal Penggunaan Styrofoam bagi Manusia dan Lingkungan

Tahukah Anda penggunaan styrofoam yang digunakan dalam mengemas makanan dan minuman yang selama ini diisukan tidak aman dan tidak sehat tidak terbukti sama sekali. Bahkan styrofoam yang beredar…

Adil Mubarak Vice President Operations RedDoorz (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:00 WIB

SDM Berkualitas, Kunci Utama Suksesnya Industri Pariwisata Nasional

Sebagai salah satu pelaku bisnis dalam dunia pariwisata Indonesia, RedDoorz turut berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia dengan mengadakan pelatihan Quality Training…

Forum Silaturahmi Dai Muda Jakarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:35 WIB

Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta Tolak Halal Bihalal di MK

Jakarta - Menyikapi rencana sejumlah ormas yang rencananya akan menggelar kegiatan zikir, doa bersama, sholawat dan halal bi halal pada tanggal 26-28 Juni 2019 di pelataran GedungMahkamahKonstitusi(MK),ForumSilaturahmjDa’iMudaJakarta(FSDMJ)menggelar…