Produksi Pertanian Nasional Harus Didasarkan Data Akurat

Oleh : Herry Barus | Minggu, 01 April 2018 - 13:42 WIB

Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)
Panen Padi (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Produksi komoditas sektor pertanian di Tanah Air harus benar-benar berdasarkan data yang akurat agar dapat menjadi dasar peta jalan yang tepat sehingga Republik Indonesia tidak lagi mengalami ketergantungan tehadap bahan pangan impor ke depannya.

"Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perencanaan pembangunan kita berdasarkan data yang akurat, sehingga kecenderungan untuk saling menyalahkan karena data yang berbeda akan hilang, termasuk soal produksi beras yang tiap tahun selalu berbeda," kata Anggota Komisi VII DPR Kurtubi dalam rilis, Minggu (1/4/2018) .

Menurut Kurtubi, sumber data primer yang akurat harus bisa dimanfaatkan oleh tidak hanya instansi tetapi juga masyarakat sehingga perencanaan pembangunan baik aspek pemerintahan maupun segi bisnis sehingga tidak lagi menerka-nerka tetapi berdasarkan informasi yang faktual.

Politisi Nasdem itu mengingatkan bahwa hingga kini belum ada regulasi yang mengikat seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan untuk menggunakan data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berbasis teknologi penginderaan jarak jauh.

Padahal, menurut dia, data dari satelit tersebut lebih akurat, terintegrasi dan bersifat "real-time", serta aktivitas LAPAN dalam menyediakan citra tegak satelit penginderaan jauh resolusi tinggi dinilai sangat penting untuk kepentingan nasional.

"Untuk semua bidang sangat bermanfaat terutama untuk rencana pembangunan, potensi kekayaan alam kita baik menyangkut kehutanan, perikanan, pertambangan dan sebagainya," jelas Kurtubi.

Ia mengemukakan bahwa citra penginderaan jarak jauh LAPAN dapat dimanfaatkan di bidang pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, seperti untuk pemetaan lahan pertanian, peramalan pertanian, pemetaan jalur irigrasi hingga menjadi informasi untuk memastikan air mengalir dengan baik ke sawah.

Selain itu, ujar dia, data penginderaan jauh juga bisa dimanfaatkan untuk memantau fase pertumbuhan padi sehingga pemerintah dapat memprediksi hasil jumlah hasil panen.
 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

DHL Express (Ist)

Sabtu, 21 September 2019 - 12:05 WIB

DHL Express Umumkan Penyesuaian Harga Tahun 2020 di Indonesia

DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan rata-rata penyesuaian harga yang berlaku efektif 1 Januari 2020. Rata-rata penyesuaian yang berlaku…

Rossa

Sabtu, 21 September 2019 - 12:00 WIB

Rossa Show dengan Konser di Guyur Hujan

Sebagai salah satu Diva Pop, Rossa akan menjalankan profesinya secara profesional, seperti saat diminta menyanyi dengan nuansa hujan-hujanan. penyanyi asal Sumedang ini siap menjalankan konsep…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Sabtu, 21 September 2019 - 11:52 WIB

Kementan Dukung Jawa Barat Penghasil Beras Organik Terbesar

Bandung - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh Provinsi Jawa Barat sebagai produsen atau penghasil beras organik terbesar di Indonesia. Ini optimis diwujudkan mengingat didukung…

Ilustrasi Gula (Ist)

Sabtu, 21 September 2019 - 11:40 WIB

Memperluas Plasma, Mempercepat Swasembada Gula

Jakarta - Target Pemerintah mewujudkan swasembada gula tahun 2024 mendatang bukan isapan jempol semata. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaimann telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk…

BMW i8

Sabtu, 21 September 2019 - 11:05 WIB

Jadi Official Vehicle Partner, BMW Dukung Kejuaraan ABB Formula E Championship di Jakarta

Pemerintah kota DKI Jakarta bersama Formula E mengumumkan masuknya sirkuit Jakarta E-Prix pada seri kejuaraan ABB Formula E Championship musim 2019/2020.