Mentan: Indonesia Mampu Produksi Ternak Sapi

Oleh : Herry Barus | Jumat, 30 Maret 2018 - 14:51 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)
Mentan Andi Amran Sulaiman (Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Lampung Selatan- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia mampu secara terus menerus dan berkelanjutan memproduksi ternak sapi.

"Pedet-pedet (anak sapi) hasil IB sebanyak 2.000 ekor di Lampung Selatan merupakan jaminan untuk menunjukan bahwa Indonesia mampu secara terus menerus dan berkelanjutan menghasilkan ternak sapi," kata dia, di Lampung Selatan, Kamis (29/3/2018)

Ia menjelaskan, upaya percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau telah dicanangkan Kementan sejak tahun 2017 melalui kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting atau yang dikenal dengan Upsus Siwab telah menuai hasil.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir dalam acara panen pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan oleh masyarakat Lampung Selatan, menyebutkan, panen pedet ini merupakan titik kulminasi dari kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting yang telah berjalan sebelumnya.

"Saya sangat gembira sekali atas capaian yang telah dihasilkan dalam Program Upsus Siwab yang realisasi dengan sangat baik yaitu IB, pemeriksaan kebuntingan dan asuransi ternak dan hasilnya di atas 100 persen," katanya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Lampung Selatan ini untuk melaksanakan Upsus Siwab.

Mentan dalam kesemparan itu menyampaikan, secara nasional program Upsus Siwab yang realisasinya juga sangat mengembirakan.

Upsus Siwab yang dimulai sejak tahun 2017 hingga hari ini sudah dilakukan IB sebanyak 5.027.120 ekor, sapi bunting sebanyak 2.236.934 ekor dan lahir sebanyak 1.080.334 ekor.

"Denggan kelahiran sebanyak 1.080.334 ekor nilainya setara dengan Rp7,56 triliun dengan asumsi harga satu ekor pedet lepas sapih Rp7 juta ekor/ekor," sebut Mentan Amran.

Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program pada tahun 2017 sebesar Rp1,1 triliun.

Amran mengatakan, capaian kinerja Upsus Siwab merupakan capaian kinerja rill di lapangan yang dilaporkan melalui sistem Pelaporan ISIHKNAS yang jelas ketelusuran dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

"Pengembangan sistem pelaporan ini merupakan kebanggaan tersendiri karena dengan sistem ini, kinerja pengembangan populasi sapi dan kerbau di seluruh wilayah Indonesia dapat terdeteksi secara cepat, tepat dan akurat," jelasnya.

Melihat ini semua, ia yakin Provinsi Lampung akan mampu berkontribusi secara nasional dalam mewujudkan swasembada daging sapi tahun 2023, sekaligus ekspor ke berbagai negara lainnya yang membutuhkan ternak sapi.

"Saya optimistis kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia pada tahun 2045 menjadi lumbung pangan di dunia sedikit demi sedikit dapat dapat kita buktikan," kata Mentan Amran.

Setelah ekspor komoditas lainnya seperti beras, jagung dan bawang merah kita lakukan, minggu lalu Indonesia juga melakukan ekspor perdana nugget ayam dengan jumlah sekitar 6,6 ton ke Jepang dan daging Wagyu telah diekspor ke Myanmar.

Selanjutnya pada pertengahan April akan dilakukan ekspor produk ayam olahan ke Jepang sebanyak tujuh ton dari rencana 13,4 ton di tahun 2018, ke Timor Leste sebanyak 127,6 ton dan DOC 10.000 ekor, serta PNG sebanyak 26,4 ton.

Ekspor telur ayam tetas (hatching eggs), GPS dan PS broiler ke Myanmar sebesar 382,9 ton dengan nilai Rp56,56 miliar pada 2017.

Ekspor obat hewan juga telah menembus 50 negara yang tersebar di empat benua dengan nilai Rp27,674 triliun pada tahun 2017 serta peluang ekspor ke negara Asean dan Timur Tengah masih terbuka khususnya komoditas kambing dan domba yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor.

"Keberhasilan pembangunan peternakan ini patut kita banggakan karena telah mengekspor berbagai komoditas dan produk peternakan yang bernilai strategis ke beberapa negara lain," tambah Amran Sulaiman.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Bank Commonwealth (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 20 Juni 2019 - 20:00 WIB

Mercy Corps Indonesia, Bank Commonwealth dan Mastercard Bantu Perempuan Pengusaha

PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) dan Mastercard hari ini kembali memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia untuk menumbuhkan bisnisnya dengan meluncurkan…

Singapore Airlines (ist)

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:38 WIB

Bulan Mei 2019, Jumlah Penumpang SIA Group Meningkat Sebesar 8,0 Persen

Tingkat keterisian penumpang (PLF) mengalami peningkatan sebesar 0,9% poin persentase menjadi 80,5%.

APP Sinar Mas

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:17 WIB

Terapkan Manajamen Terintegrasi, APP Sinar Mas Turunkan Angka Kebakaran di Konsesi Hingga Hampir Nol

Saat ini, hanya 0,07% dari seluruh area konsesi pemasoknya yang masih terdampak api akibat pembakaran ilegal oleh pihak ketiga.  

Grand Opening Pusat Logistik Berikat (PLB)

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:10 WIB

DHL Gandeng PT. Samudera Raya Berjaya Kembangkan PLB di Medan

DHL Global Forwarding, penyedia jasa angkutan udara, laut dan darat internasional terkemuka bersama penyedia logistik lokal PT. Samudera Raya Berjaya telah membuka Pusat Logistik Berikat (PLB)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:02 WIB

Menperin: Kawasan Industri Terus Bertumbuh, 90 Diantaranya Sudah Beroperasi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, pertumbuhan jumlah kawasan industri di Indonesia terus tumbuh. Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 90 kawasan industri yang…