INDUSTRY.co.id -Jakarta, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto memastikan terdapat lima sektor yang akan menjadi prioritas untuk pengembangan industri 4.0.

Kelima sektor tersebut adalah sektor makanan dan minuman (mamin), tekstil dan busana, otomotif, elektronik dan kimia.

"Lima sektor ini merupakan lima dari 10 sektor manufaktur yang 'demand'nya terbesar di dunia," ujar Airlangga seusai rapat koordinasi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Ia menambahkan, lima sektor industri itu telah memiliki basis produksi yang kuat serta daya saing yang memadai sehingga bisa memberikan sumbangan kepada pertumbuhan ekspor.

"Kita perlu mengembangkan aplikasi industri 4.0 ini agar pasar semakin terbuka melalui harmonisasi regulasi serta pemberian insentif fiskal dan infrastruktur telekomunikasi," ujarnya.

Ia memastikan, pihaknya akan mencari proyek percontohan di lima sektor industri tersebut agar pengembangan kapasitas industri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi bisa berjalan dengan cepat.

Menurut Airlangga, saat ini merupakan waktu yang tepat merevitalisasi sektor manufaktur dengan menggunakan teknologi 4.0 karena Indonesia menargetkan pertumbuhan ekspor 10 persen pada 2030.

"Kita targetkan ekspor netto Indonesia kembali ke posisi sama di tahun 2000 yaitu tumbuh 10 persen, dengan kontribusi manufaktur tumbuh menjadi 25 persen," katanya.

Saat ini, Kementerian Perindustrian telah merancang "Making Indonesia 4.0" sebagai sebuah peta jalan yang terintegrasi dengan sejumlah strategi untuk memasuki era industri 4.0.

Sebagai upaya fasilitasi penyelarasan lintas kementerian lembaga maupun pemangku kepentingan dalam percepatan pengembangan industri 4.0 maka pemerintah juga telah membentuk Komite Industri Nasional (KINAS).