Kurang Efisiennya PG BUMN Jadi Pokok Permasalahan Gula di Indonesia

Oleh : Ridwan | Kamis, 29 Maret 2018 - 14:42 WIB

Ilustrasi Pabrik Gula PTPN
Ilustrasi Pabrik Gula PTPN

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kurang efisiensinya pabrik gula (PG) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi pokok permasalahan gula di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto dalam acara 'Diskusi Nasional Permsalahan Gula' yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Selain kurang efisiensinya PG BUMN, tambahnya, masalah supplai dan demand juga menjadi permasalahan yang begitu rumit di industri gula Indonesia.

"Kalau kita hanya mampu bangun 2 pabrik per tahun, importasi kita masih seperti sekarang. Kalau mau swasembada harus ada 4 pabrik baru yang di bangun," ujar Panggah.

Saat ini, lanjut Panggah, produksi gula Indonesia dari tahun ke tahun semakin menurun. "Produksi makin merosot, dari tahun ke tahun defisit kita makin tinggi bukan makin tertutup," katanya.

Terkait Permendag Nomor 334/2014 mengenai lelang gula rafinasi diperuntukan untuk industri. Namun yang disesalkan, tidak ada ketentuan pembatasan lelang lewat distributor.

"Saat ini berapapun di lelang melalui distributor, ini yang mengakibatkan potensi kebocoran itu ada. Akibat dari kebocoran ini disusul oleh Permendag Nomor 1300/2014 tentang penunjukkan lelang gula rafinasi melalui distributor tidak diperbolehkan sama sekali dan akibatnya industri kecil tidak kebagian sama sekali," ungkap Panggah.

Menurut Panggah, pada tahun 2014 kebutuhan bahan baku gula untuk sektor mamin mencapai 2,24 juta ton, sedangkan untuk industri kecil mencapai 337 ribu ton atau sekitar 15 persen dari total kebutuhan industri.

"Kemenperin telah mengusulkan kepada Kemendah untuk diperbolehkan distributor menyalurkan yang 15 persen tadi," imbuhnya.

Panggah menegaskan, program restrukturisasi permesinan dan penataan PG BUMN menjadi solusi jangka panjang yang harus dilakukan.

Sebagai pendorong pengembangan industri gula, Kemenperin telah memberikan insentif fiskal maupun non fiskal seperti tax allowance dan fasilitas bahan baku bagi pabrik gula baru dan perluasan sesuai Permenperin Nomor 10/2017.

"Saya berharap dengan adanya insentif tersebut dapat mendorong produktivitas gula di Indonesia," tutup Panggah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (ketiga dari kiri) dan Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana

Jumat, 06 Desember 2019 - 23:07 WIB

Grand Final IndiHome eSports League Lahirkan Pemain eSports Profesional Indonesia

Jakarta – Setelah berjalan hampir satu tahun terakhir, IndiHome eSports League telah sampai pada babak grand final yang digelar pada 6-8 Desember 2019 di Telkom Landmark Tower.

Peresmian Tol Kunciran-Serpong (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 06 Desember 2019 - 22:26 WIB

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Kawasan Industri Jakarta dan Banten Akan Terintegrasi

Dengan diresmikanya tol ini, Presiden Jokowi mengharapkan akan memberi dampak pada percepatan investasi dan daya saing nasional meskipun ruas tol ini berada di Banten.

realme X2 Pro

Jumat, 06 Desember 2019 - 22:00 WIB

Ini Fitur-Fitur Yang Menjadikan realme X2 Pro The Real Flagship King

Setelah sukses meluncurkan produk-produk terbaik di segmen kelas menengah, 27 November lalu realme resmi bertarung ke pasar smartphone premium dengan meluncurkan realme X2 Pro.

Boyband EXO

Jumat, 06 Desember 2019 - 18:01 WIB

Menelisik 7 Tahun Perjalanan Karier dari Boyband EXO

Setelah tiga tahun lamanya, boyband ternama asal Korea Selatan, EXO kembali menggelar konser di Indonesia pada tanggal 23 November 2019 kemarin. Tak pelak, konser bertajuk EXO PLANET #5 EXplOration…

Fuad Rizal Jadi Plt Dirut Garuda Indonesia

Jumat, 06 Desember 2019 - 18:00 WIB

Fuad Rizal Jadi Plt Dirut Garuda Indonesia

Dewan Komisaris Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (6/12/2019) telah menyampaikan SK Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt.…