60 Industri Dalam Negeri Pasok Komponen AMMDES

Oleh : Ridwan | Rabu, 28 Maret 2018 - 15:25 WIB

Menperin Airlangga Hartarto saat mencoba prototipe kendaraan pedesaan (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Menperin Airlangga Hartarto saat mencoba prototipe kendaraan pedesaan (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sebanyak 60 pelaku industri dalam negeri berkomitmen untuk bekerja sama menjadi pemasok komponen kendaraan perdesaan atau alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto melalui keterangannya yang diterima awak media di Jakarta, Selasa (27/3/2018) , mengatakan bahwa saat ini industri bangsa ini telah mampu memproduksi hingga 183 jenis komponen atau setara 68 persen dari nilai total pengembangan AMMDes.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan Kemenperin untuk mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) AMMDes melalui konsolidasi dengan para pelaku industri nasional.

Guna mendukung percepatan pengembangan AMMDes, dibutuhkan langkah sinergi dan dukungan kebijakan antar-instansi pemerintah.

Dari sisi kebijakan industri, saat ini Kemenperin sedang menyiapkan regulasi berupa rancangan peraturan presiden, rancangan Peraturan Menteri Perindustrian dan standar terkait dengan pengembangan AMMDes.

Di samping itu, dukungan teknis dibutuhkan dari Kementerian Perhubungan terkait dengan laik jalan, dukungan Kepolisian terkait dengan registrasi kendaraan, dan dukungan dari BSN terkait denganstandardisasi.

Dari sisi fasilitas, kata dia, dibutuhkan dukungan dari Kementerian Keuangan terkait dengan insentif dan fasilitas perpajakan, serta dukungan Kementerian Dalam Negeri terkait dengan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama di daerah.

Dengan fungsinya yang multiguna, AMMDes sangat cocok sebagai sarana pendukung untuk mewujudkan program pengembangan pedesaan dan pertanian oleh Kemendes, Kementerian KUKM, Kemendikbud, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, dan KKP.

Kemenperin berharap agar sinergi dan kerja sama antara pemangku kepentingan tersebut dapat terwujud dan menghasilkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan AMMDes.

Dengan demikian, lanjut Harjanto, program ini berhasil meningkatkan aksesibilitas daerah-daerah yang selama ini pembangunannya tertinggal sehingga mampu mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa dan kota

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gratis Tarif Listrik ditengah Pandemi Corona

Kamis, 02 April 2020 - 10:18 WIB

Soal Stimulus Tarif Listrik, Dirjen ESDM: Berapun Pakainya ya Gratis, Tidak Bayar

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan, keringanan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA yang regular atau pascabayar akan digratiskan…

PT Anabatic Technologies Tbk Dukung Pemkot Tangerang Bangun Ruang Isolasi

Kamis, 02 April 2020 - 10:14 WIB

PT Anabatic Technologies Tbk Dukung Pemkot Tangerang Bangun Ruang Isolasi

PT Anabatic Technologies Tbk menyambut baik dan siap mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membangun ruang isolasi khusus pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang…

Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi. (Foto Dok Wartakota/Tribunnews)

Kamis, 02 April 2020 - 10:00 WIB

Pelatih Herry IP Siapkan Program Khusus PBSI Jelang Olimpiade

Wabah Covid-19 membuat International Olympic Committee (IOC) menunda penyelenggaraan event olahraga terakbar Olimpiade Tokyo 2020 hingga 23 Juli - 8 Agustus 2021 mendatang. Hal ini mau tak mau…

Produsen Batubara

Kamis, 02 April 2020 - 09:51 WIB

Perpanjangan Kontrak Industri Pertambangan Tidak Otomatis, KESDM: Kedaulatan Negara Tetap Terjaga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Permen No. 7 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral…

Jodi Mahardi, Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi/Staf Khusus Bidang Kelembagaan dan Media

Kamis, 02 April 2020 - 09:30 WIB

Tidak Ada Penghentian Transportasi di Jabodetabek

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan kiriman tautan berita perihal "Corona, Pemerintah Resmi Setop Akses dan Angkutan Jabodetabek"