INDUSTRY.co.id - Kupang- Direktur PT Garam Indonesia Budi Sasongko mengharapkan Bupati Kupang Ayub Titu Eki bisa memberikan tambahan 350 hektare lahan untuk pengembangan garam di kabupaten itu.
"Kalau PT Garam diberikan lagi lahan, minimal 350 hektare maka itu akan sangat sempurna untuk pengolahan garam industri," kata Budi Sasongko di Kupang, Senin (26/3/2018)
Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan realisasi pengembangan ladang garam di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, NTT yang diprediksi mampu menutupi impor garam industri yang dilakukan pemerintah selama ini.
Menurut Budi, harapannya itu sebenarnya sudah disampaikan kepada Bupati Ayub saat dirinya bersama stafnya bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Kupang membahas soal pengembangan garam di kabupaten itu.
Budi menambahkan jika 350 hektare lahan itu diberikan maka penampungan awal sempurna, evaporasi garamnya akan sempurna. Selain itu juga penguapan juga akan sempurna dan lahan kristalisasinya akan sempurna.
"Hal ini karena ada anggapan bahwa PT. Garam diberikan 300 hektare kok hanya dikerjakan 30 hektare?, Ya memang sesuai proporsionalnya dalam membuat garam itu 30 persen untuk penampungan awal, 50 persen untuk penguapan dan 10 persen untuk kristalisasi atau tempat panen," tambahnya.
Budi mengatakan jika 350 hektare itru digunakan untuk pengembangan garam maka hasilnya tidak akan sempurna. Justru hasil garam yang dikembangkan akan seperti garam masyarakat dan tak cocok untuk garam industri.
"Ini mumpung desain awal, maka 350 hektare itu sangat dibutuhkan," ujarnya seperti dilansir Antara.
Terkait rencana Bupati Ayub yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk mengembang garam di daerah itu, Budi mengatakan PT Garam justru menyambut positif rencana tersebut.
"Kalau semakin banyak maka otomatis geliat ekonomi di daerah ini akan bagus," tambahnya.
Sampai saat ini PT Garam sendiri sudah mempunyai 318 hektare area untuk pengembangan garam. Jika ditambah lagi 350 hektare untuk diekspansi maka jumlahnya akan menjadi 668 hektare dan siap untuk menjadi garam industri.