Seluruh Petani Sawit Kobar Ditargetkan Bersertifikat 2019

Oleh : Hariyanto | Selasa, 27 Maret 2018 - 07:55 WIB

Lahan Kelapa Sawit (Ist)
Lahan Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Pangkalan Bun- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2019 menargetkan seluruh petani swadaya kelapa sawit harus sudah bersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System atau ISPO dan RSPO.

Sebagai upaya memenuhi target tersebut perlu dibentuk kelompok kerja sertifikasi kelapa sawit berbasis yurisdiksi, kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Kobar Kamaludin, di Pangkalan Bun, Senin (26/3/2018)

"Pembentukan ini juga tindak lanjut dari kelompok kerja yang pernah dilaksanakan tahun 2017, serta surat keputusan Gubernur Kalteng nomor 188 44/435/2015. Tujuannya agar tercapainya proses sertifikasi berkelanjutan perkebunan kelapa sawit dapat dipercepat," tambahnya.

Hasil kerja kelompok kerja yang pernah dilakukan pada tahun 2017, ada sekitar 190 petani kelapa sawit dengan luas lahan kebun sekitar 340 hektare tergabung di KUD Tani Subur telah berhasil dilakukan sertifikasi ISPO dan RSPO.

Kamaludin mengatakan keberhasilan yang telah diraih KUD Tani Subur bukan hanya menguntungkan petani kelapa sawit, tapi juga membuat Kabupaten Kobar dalam hal sertifikasi RSPO menjadi terbaik kelima di Indonesia, dan bersertifikasi ISPO terbaik kedua.

"Kita patut bangga keberhasilan yang telah raih, sekalipun bukan pertama. Tapi setidaknya proses sertifikasi kita tercepat dari seluruh daerah yang telah mendapatkan sertifikasi. Daerah lain itu bisa sampai tiga tahun, kita hanya 1,5 tahun saja," kata Komaludin.

Pemkab Kobar di tahun 2018 hingga 2019 menargetkan kelompok kerja ISPO dan RSPO yang dintentuk harus mampu membuat sebanyak 400 petani kelapa sawit total dengan luasan mencapai 1.000 hektare ikut program sertifikasi.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah seperti dilansir Antara menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh Pemkab sangat mendukung program kerja pembentukan kelompok kerja ini. Dia berharap agar seluruh perusahaan kelapa sawit juga membantu dalam percepatan sertifikasi petani kepala sawit ini.

Dia mengatakan banyak keuntungan bagi petani kepala sawit yang telah bersertifikasi ISPO maupun RSPO, karena berdasarkan laporan Kepala DTPHP Kobar, sekarang ini baru sekitar 37 persen petani kelapa sawit memiliki sertifikasi ISPO dan 5 persennya bersertifikat RSPO.

"Sertifikasi ini sebagai langkah untuk mensejahterakan petani kepala sawit sehingga kami pun mengharapkan peran serta perusahaan untuk membantu petani" kata Nurhidayah

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro

Sabtu, 06 Juni 2020 - 01:59 WIB

New Normal, Ingat Lagunya Koes Plus

Jakarta, Jumat (05/06/2020)-“Ke Jakarta Aku Kan Kembali, Walaupun Apa Yang Kan Terjadi” – inilah suasana kebatinan masyarakat yang terjadi saat ini.

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam