INDUSTRY.co.id - Produksi migas nasional kenyataannya terus mengalami penurunan seiring jumlah cadangan yang menipis dan minimnya kegiatan eksplorasi.
Melansir data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan terbukti minyak sebesar 3,6 miliar barel dengan tingkat produksi 288 juta barel per tahun diperkirakan akan habis 12 tahun lagi.
Sedangkan cadangan gas sebesar 98 triliun kaki kubik (tcf) akan habis dalam 33 tahun ke depan jika rata-rata produksi tahunan 3 tcf.
Sementara itu jumlah cadangan terbukti batubara yang ada di perut bumi Tanah Air sebesar 32,4 miliar ton diperkirakan bakal habis dalam kurun waktu 82 tahun ke depan jika per tahunnya terus diproduksi sebanyak 393 juta ton.
Jika ketergantungan konsumsi energi nasional yang sangat tinggi terhadap energi fosil terus dipelihara, bukan mustahil Indonesia bakal terjerumus dalam jurang defisit energi.
Pasalnya pertumbuhan konsumsi energi terutama minyak dan gas tidak diikuti dengan peningkatan produksi, sementara permintaan terhadap BBM terus meningkat, dan akan memaksa pelaku industri untuk mengimpor dengan jumlah yang akan terus semakin besar.
Sejauh ini jika melihat dari total kebutuhan energi di dalam negeri pada tahun 2015 yang sebesar 116 MTOE tadi, batubara menjadi penyumbang energi kedua terbesar setelah minyak bumi dengan komposisi sebesar 26%, diikuti oleh gas sebesar 23%.
Sementara kontribusi dari energi terbarukan masih sangat minim, yakni sebesar 5%.
Padahal jika berkaca pada sejarah penggunaan minyak bumi sebagai energi primer di Indonesia pada masa lalu, sudah menjadi keniscayaan bahwa sumber daya energi berbasis fosil seperti halnya batubara dan gas bakal berpotensi habis.
Maka pengembangan Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi menjadi sebuah langkah wajib yang kini diemban pemerintah.
Nah di tengah kondisi demikian, tampaknya layak untuk melihat langkah yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dikomandani Ignasius Jonan demi menyiasati potensi krisis energi fosil di masa depan.
Amat strategisnya langkah upaya pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut, maka Tim Redaksi Majalah Industry pun memutuskan untuk mengulas secara lengkap langkah pemerintah perihal pengembangan EBT.
Simak kupas tuntas Energi Nasional dalam edisi terbitan terbaru 'EBT HARGA MATI'.
Dapatkan juga isu update informasi lainnya dari berbagi sektor industri di Indonesia.
Untuk Informasi Pembelian, langganan dan promosi dapat menghubungi; 021- 579 02 855 atau kunjungi www.industry.co.id