EBT HARGA MATI

Oleh : Herry Barus | Jumat, 23 Maret 2018 - 16:45 WIB

Menteri ESDM Igniasius Jonan (Foto Dok Industry.co.id)
Menteri ESDM Igniasius Jonan (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Produksi migas nasional kenyataannya terus mengalami penurunan seiring jumlah cadangan yang menipis dan minimnya kegiatan eksplorasi.

Melansir data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan terbukti minyak sebesar 3,6 miliar barel dengan tingkat produksi 288 juta barel per tahun diperkirakan akan habis 12 tahun lagi.

Sedangkan cadangan gas sebesar 98 triliun kaki kubik (tcf) akan habis dalam 33 tahun ke depan jika rata-rata produksi tahunan 3 tcf.

Sementara itu jumlah cadangan terbukti batubara yang ada di perut bumi Tanah Air sebesar 32,4 miliar ton diperkirakan bakal habis dalam kurun waktu 82 tahun ke depan jika per tahunnya terus diproduksi sebanyak 393 juta ton.

Jika ketergantungan konsumsi energi nasional yang sangat tinggi terhadap energi fosil terus dipelihara, bukan mustahil Indonesia bakal terjerumus dalam jurang defisit energi.

Pasalnya pertumbuhan konsumsi energi terutama minyak dan gas tidak diikuti dengan peningkatan produksi, sementara permintaan terhadap BBM terus meningkat, dan akan memaksa pelaku industri untuk mengimpor dengan jumlah yang akan terus semakin besar.

Sejauh ini jika melihat dari total kebutuhan energi di dalam negeri pada tahun 2015 yang sebesar 116 MTOE tadi, batubara menjadi penyumbang energi kedua terbesar setelah minyak bumi dengan komposisi sebesar 26%, diikuti oleh gas sebesar 23%.

Sementara kontribusi dari energi terbarukan masih sangat minim, yakni sebesar 5%.

Padahal jika berkaca pada sejarah penggunaan minyak bumi sebagai energi primer di Indonesia pada masa lalu, sudah menjadi keniscayaan bahwa sumber daya energi berbasis fosil seperti halnya batubara dan gas bakal berpotensi habis.

Maka pengembangan Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi menjadi sebuah langkah wajib yang kini diemban pemerintah.

Nah di tengah kondisi demikian, tampaknya layak untuk melihat langkah yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dikomandani Ignasius Jonan demi menyiasati potensi krisis energi fosil di masa depan.

Amat strategisnya langkah upaya pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut, maka Tim Redaksi Majalah Industry pun memutuskan untuk mengulas secara lengkap langkah pemerintah perihal pengembangan EBT.

Simak kupas tuntas Energi Nasional dalam edisi terbitan terbaru 'EBT HARGA MATI'.

Dapatkan juga isu update informasi lainnya dari berbagi sektor industri di Indonesia.

Untuk Informasi Pembelian, langganan dan promosi dapat menghubungi; 021- 579 02 855 atau kunjungi www.industry.co.id

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PATRIA mendapatkan apresiasi penghargaan “The 5th Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award”

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:56 WIB

PATRIA Raih Penghargaan The 5th Outstanding Corporate Innovator Indonesia Award

Sebagai perusahaan engineering & manufacturing yang fokus akan inovasi, PT United Tractors Pandu Engineering (PATRIA) selalu berusaha mengembangkan bisnisnya dengan masuk ke sektor-sektor baru…

Presiden Jokowi dan Presiden Donald Trump di KTT G20 (Foto Setpres)

Rabu, 19 Juni 2019 - 21:00 WIB

Presiden Jokowi akan Bahas Tiga Topik di KTT G-20

Mengenai KTT negara-negara yang tergabung dalam Group 20 (G-20), di Osaka, Jepang, 28-29 Juni mendatang, Presiden Jokowi mengatakan, ingin mengangkat, membicarakan yang pertama mengenai persoalan…

Pasukan Perdamaian PBB (Foto Ist)

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:30 WIB

Satuan Batalion Prajurit TNI Laksanakan Misi Perdamaian PBB

Satuan Batalyon Infanteri 141/AYJP terpilih menjadi satuan tugas misi perdamaian PBB.

Pengerukan Sendimen ditepi sungai Citarum oleh PT. South Pacific Viscose

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:08 WIB

Investor Austria Apresiasi Pemerintah Indonesia Atas Pemberian Izin Pengerukan Sendimen Ditepi Sungai Citarum

Pada pekerjaan pengerukan tersebut, PT. South Pacific Viscose yang merupakan bagian bisnis Lenzing AG dari negara Austria bekerjasama dengan PT. Barokah Jaya untuk pekerjaan di sungai serta…

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Rabu, 19 Juni 2019 - 19:00 WIB

RI-ASEAN Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-Tiongkok

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, di Bangkok, Thailand, 22—23 Juni mendatang, akan mengajak negara-negara ASEAN bersatu dalam mengantisipasi…