INDUSTRY.co.id - Jakarta - Penggunaan uang tunai membuat negara harus mengeluarkan sedikitnya Rp3,5 triliun setiap tahunya guna mencetak dan mendistribusikan uang.
Gerakan nasional non-tunai yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014 lalu sudah membuahkan hasil, sehingga membuat penghematan negara mulai terlihat.
Meski demikian, berdasarkan survei persepsi publik yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei digital Provetic, 90% dari responden sudah pernah melakukan transaksi non-tunai walaupun dalam bentuk yang cenderung terbatas.
Adapun 78% yang menyatakan belum pernah melakukan transaksi non-tunai, sudah mulai beralih ke sistem pembayaran non-tunai, namun belum tahu alasanya.
Rata-rata, mereka berpersepsi bahwa akses dan fasilitas masih belum memadai dan penggunaan uang tunai dinilai lebih mudah, walau faktanya diantara mereka sudah mulai mengeluhkan beberapa ketidak nyamanan dalam bertransaksi menggunakan uang tunai.
"Untuk mengatasi ketidak nyamanan tersebut, dibutuhkan kerjasama anatara inventor di sektor fintech (finansial technology), merchant, pengguna dan pemerintah, sehingga gerakan ini dapat bergerak lebih cepat," kata Iwan Setiawan dari Provetic di Jakarta, Rabu (21/3/2018).
Menurut Iwan, keberadaan dompet digital sebagai solusi pendorong terwujudnya gaya hidup non-tunai dimasa depan adalah keniscayaan jika melihat transaksi non-tunai dikalangan milenial, terutama e-commerce terus menunjukan peningkatan.
Aktivitas transaksi e-commerce tidak hanya digunakan untuk pembelian fashion, namun juga untuk penunjang produktivitas keseharian dari pembelian pulsa sebanyak 58% hingga tagihan listrik sebanyak 35%. Artinya, kebutuhan terhadap dompet digital dikalangan milenial makin tinggi.
Berdasarkan survei Provetic, dompet digital yang menjadi harapan kalangan milenial adalah yang mudah, praktis, cepat dan nyaman ketika digunakan. Selain itu kalangan milenial juga menginginkan dompet digital yang tidak merepotkan dalam penggunaan, inovatif, memiliki akses luas keberbagai outlet dan aplikasi serta diperkuat dengan sistem keamanan yang solid.