INDUSTRY.co.id, Jakarta - Secara nasional, BRISyariah mencatatkan kenaikan aset double digit yang menembus angka sebesar Rp 30 triliun dengan kenaikan sebesar 14% dari sebelumnya  Rp.27,68 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp. 31,54 triliun  pada tahun 2017.

Direktur Utama BRISyariah Moch. Hadi Santoso mengatakan aset ditopang oleh pembiayaan BRISyariah sepanjang tahun 2017 juga meningkat lebih dari Rp.1 triliun dari sebelumnya Rp.17,9 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp.19 triliun pada tahun 2017. Peningkatan pembiayaan terutama untuk nasabah UMKM dan pembiayaan properti.

"Kami juga akan melanjutkan untuk mendukung program program pemerintah antara lain penyaluran KUR Syariah, pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pembayaran gaji PNS. Sebagai informasi pada tahun 2017 penyaluran KUR Syariah mendekati angka Rp.500 milyar. Hingga saat ini BRISyariah menjadi satu satunya bank syariah yang menyalurkan KUR," kata  Hadi di Tanggerang, Rabu (7/3/2018).

Menurutnya, dalam melaksanakan tujuan mulia yaitu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah, BRISyariah senantiasa berkoordinasi dan disupport oleh perusahaan induk yaitu BRI.

Dengan adanya satelit yang dimiliki oleh BRI, kata dia,  maka nasabah BRISyariah semakin mudah menjangkau kebutuhan akan perbankan syariah. BRI mendukung BRISyariah untuk  memperluas jaringan kerja BRISyariah dengan adanya lebih dari 1000 Kantor Layanan Syariah (KLS) melalui jaringan kantor BRI di 34 propinsi di Indonesia dan secara bertahap jumlah ini akan terus berkembang ke seluruh cabang BRI.

Untuk menjadi bank ritel modern, tambah dia,  BRISyariah terus melakukan langkah strategis khususnya membangun platform sistem teknologi informasi yang handal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang dilayani BRISyariah.

"Langkah strategis di bidang IT dan bidang bidang lainnya teramsuk pelayanan, SDM dan lain lain akan terus dilakukan untuk menjadikan BRISyariah sebagai one stop banking service di jajaran perbankan syariah sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam transaksi perbankan syariah," katanya.