INDUSTRY.co.id - Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSH) diperkirakan pada awal pekan bergerak kembali cenderung mixed tertahan dengan rentan pergerakan 6554-6650.
Atas pergerakan IHSG mixed, Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham yang masih dapat dicermati diantaranya ASII, BMRI, KLBF, ACES, BJTM, WSKT.
"IHSG secara teknikal kembali menguji level support dan terkonsolidasi pada kisaran MA5 dan MA20. pergerakan cenderung tertahan melihat momentum pergerakan indikator Stochastic dan RSI yang masih berkondisi bullish momentum," ujar dia di Jakarta, Senin (5/3/2018).
IHSG (-0.36%) ditutup turun tertahan 23.74 poin dilevel 6582.32 dengan produsen tambang memimpin pelemahan. Sektor pertambangan (-2.68%) disusul terkoreksinya sektor pertanian (-1.29%) pasca penguatan 2 hari ditengah pekan. Sentimen mengenai perbaharuan tarif import logam asing yang besar oleh pemerintah AS menjadi faktor negatif. Sedangkan sektor aneka industri (+0.74%) dan Industri Dasar (+0.55%) menjadi penahan pelemahan dengan saham ASII (+0.93%) dan INKP (+7.17%) menguat. Investor asing pun tercatat net sell -685.38 Miliar rupiah.
Bursa saham Eropa membuka perdagangan akhir pekan mengikuti bursa Asia dengan pelemahan setelah 16 dari 17 sektor industri mengalami penurunan. Indeks Eurosotxx (-1.23%), FTSE (-0.555) dan DAX (-1.72%) ditutup lebih rendah dibawah 0.5%. Jerome Powell membuka pintu pada spekulasi bahwa bank sentral dapat mempercepat laju pengetatan moneter dan aksi pemerintah AS dalam tarif import yang memicu perang dagang menjadi faktor utama.
Mengakhiri pekan ekutias di Asia ditutup mayoritas melemah dengan diawali gap down. Indeks Nikkei (-2.50%), TOPIX (-1.83%), HangSeng (-1.48%) dan CSI300 (-0.81%) ditutup melemah. Pembicaraan berakhirnya stimulus oleh BOJ menambah kekhawatiran investor tentang pertumbuhan global disaat the fed yang lebih hawkish dan risiko perang dagang dari pemerintah AS. Yen melonjak kelevel tertinggi sejak 2016.