INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gempa berkuatan 6,4 skala richter (SR) sempat melanda wilayah timur laut kota Haulien, Taiwan pada Selasa, 6 Februari 2018 lalu waktu malam setempat. Bangunan tinggi seperti restoran dan hotel runtuh sampai miring hingga 50 derajat. Hal ini, sempat membuat pariwisata di Taiwan berhenti karena evakuasi bangunan yang runtuh.
Pasca tragedi gempa pada Februari lalu, pastinya banyak para wisatawan bertanya apakah keadaan di Taiwan khususnya daerah yang terkena bencana gempa sudah stabil seperti semula untuk dikunjungi atau tidak.
“Kami hanya ingin semua orang tahu, wilayah yang terkena gempa hanya di wilayah timur laut kota kecil Hualien. Semua infrastuktur kota dan fasilitas transportasi di Taiwan khususnya di Hualien, keadaannya baik-baik saja seperti biasa,” jelas Abe Chou selaku Director of Taiwan Tourism Bureau dari Taiwan Visitors Association kepada Industry.co.id saat ditemui di ASTINDO Travel Fair 2018 pada hari ini, Selasa (2/3) di JCC, Jakarta.
Abe Chou mengungkapkan merasa senang dan sangat bersyukur karena sebanyak 189 ribu wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Taiwan pada tahun 2017, ia berharap tahun 2018 ini bisa semakin meningkat lebih dari 200 ribu wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan.
Taiwan memang menjadi salah satu favorit destinasi wisatawan Indonesia yang ingin berlibur, karena kontur alamnya yang hampir mirip dengan Indonesia, mulai dari keindahan alamnya, kontur geografis yang menarik dan keragaman budayanya.
“Di Taiwan, banyak sekali informasi dan berita di film atau di internet kalau keadaan di sekitaran wilayah bencana gempa kemarin sudah stabil dan aman seperti biasa. Dan kami bisa menjamin dan memastikan hal itu,” tutupnya.