INDUSTRY.co.id, Jakarta -Banyak peristiwa robohnya berbagai proyek konstruksi, Badan Standarisasi Nasional akan mereview mengenai standarisasi 3.000 girder pada proyek konstruksi.
Kepala BSN, Bambang Prasetya mengatakan target standarisasi untuk keselamatan konstruksi adalah merespon kecelakaan pemasangan girder dengan merancang dan menerbitkan standar proses dalam sistem subyek safe system of construction work for erection girders yang diperlukan industri konstruksi di lapangan.
“Mengingat saat ini masih lebih dari 3.000 girder akan diangkut dan diangkat,” kata Bambang dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (1/3/2018).
BSN bersama Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR mendorong adanya kebijakan sistem kelembagaan penilaian kesesuaian di lapangan atau compliance to standar di industri konstruksi serta mendorong para pelaku industri konstruksi melaksanakan adanya pelatihan-pelatihan quality assurance system termasuk quality control di industri konstruksi.
Sebagai kelanjutan dari workshop ini, BSN bersama DJBK Kementerian PUPR segera membentuk tim perumus standardisasi industri konstruksi melibatkan praktisi dan akademisi. “Dimana dalam jangka waktu 3 bulan ke depan hingga Mei menghasilkan standar proses dan sistem untuk pekerjaan elevated structure yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan konstruksi,” pungkasnya
Ia menambahkan, standardisasi industri konstruksi menjadi isu strategis. Sebab industri konstruksi itu bukan sebatas industri bahan bangunan. Tetapi industri yang menghasilkan bangunan baik infrastruktur maupun properti seperti jalan, jembatan, bandara, bendung, bendungan, pelabuhan, jalan rel, pembangkit listrik, offshore structure, gedung perkantoran, gedung hunian, rumah tinggal, pabrik, dan gedung khusus lainnya.
Hadir sebagai narasumber Soekartono Soewarno, Ahli StandarKonstruksi, Budi Setiawan, Kasubdit Mutu Konstruksi Kemen PUPR, Zakiyah, Deputi Bidang Informasi Pemasyarakatan Standardisasi BSN dan Papani Kesai, Pakar Industri Konstruksi.