INDUSTRY.co.id, Bandar Lampung - Masyarakat dan semua kalangan sebaiknya terus mengembangan wisata alam untuk menjaga kelestarian alam dan membangun perilaku masyarakat agar peduli lingungan, kata Calon Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

Advertisement

"Untuk membangun perilaku masyarakat yang perduli lingkungan dibutuhan kebijakan yang jelas dari pemerintah dengan melibatkan seluruh pihak, yang dilakukan secara berkelanjutan atau konsisten," kata perempuan yang biasa disapa Nunik di Bandarlampung, Jumat, (23/2/2018).

Dia mengatakan, banyak perilaku dan aktivitas masyarakat yang tidak menunjukkan rasa perduli terhadap lingkungan, bahkan justru merusak lingkungan.

Advertisement

Untuk menumbuhkan rasa peduli itu, seluruh pihak mempunyai peran dan pemerintah sesungguhnya memiliki fungsi yang sangat penting dalam membantu menjaga keberlangsungan hidup kawasan hutan.

Chusnunia Chalim yang berpasangan dengan Arinal Djunaidi menyatakan telah berkomitmen dalam pengembangan lingkungan khususnya mangrove, karena itu merupakan tembok pertahanan pantai.

Advertisement

"Di Lampung Timur kita melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan untuk membantu pemeliharaan hutan mangrove," kata dia.

Ia mengaku telah menerapkan itu sebelum cuti dari jabatannya sebagai Bupati Lampung Timur, lingkungan hidup merupakan faktor yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Advertisement

Menjaga dan mengelola lingkungan hidup dengan baik merupakan sebuah keharusan, jika lingkungan hidup terus diabaikan dan dirusak maka manusia bukan hanya akan mendapat kerugian tapi juga akan binasa.

Nunik mengungkapkan, hutan mangrove yang telah terjaga itu berada di Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur dan telah menjadi lokasi wisata dan mulai dilirik wisatawan asing, tercatat sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018 sudah 53 wisatawan asing mengunjungi wisata hutan bakau ini.

"Sejak Oktober 2017 sampai Januari 2018 sudah ada puluhan wisatawan asing yang datang dan mengunjungi wisata hutan mangrove kita," kata dia.

Dengan dijadikan lokasi wisata, tentunya bisa membantu perekonomian di wilayah tersebut, itulah manfaat dari menjaga lingkungan akan berdampak baik bila seluruh pihak ikut turun.

Disebutkannya pada Agustus 2017 wisatawan yang berkunjung ke wisata hutan mangrove itu sebanyak 3.841 orang, September 8.255 orang, Oktober 4.713 orang, November 2.702 orang dan Desember 6.551 orang.

"Sedangkan Januari 2018 dari tanggal 1-10 ini sudah mencapai 5.766 wisatawan," katanya.

Wisata hutan mangrove Desa Sriminosari ini dibangun Agustus 2017. Saat berkunjung ke objek wisata hutan mangrove ini, selain dapat menikmati suasana alami di dalam hutan mangrove yang tenang, sejuk, dengan pemandangan yang asri, pengunjung juga bisa menyaksikan ratusan ikan blodok di atas lumpur di sela-sela batang pohon mangrove.

Sementara itu, pasangan Chusnunia Chalim, Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menyatakan berkomitmen untuk menjaga serta memperbaiki hutan, terlebih saat ini 60 persen hutan di Lampung sudah dalam kondisi rusak.

"Saat ini hutan banyak yang rusak dan banyak masyarakat yang turut serta membantu, tapi peran serta pemerintah kurang, karena itu kita berkomitmen akan lebih intens dengan meminta seluruh pihak membantu pelestariannya," kata dia.

Pemilihan gubenur Lampung di pilkada serentak 2018 diikuti empat pasangan, yakni M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, dan Mustafa-Ahmad Jajuli. (Ant)