Punya Potensi, Kementan Dorong Luwu Utara Garap Pembibitan Sapi Potong

Oleh : Herry Barus | Senin, 19 Februari 2018 - 07:17 WIB

Punya Potensi, Kementan Dorong Luwu Utara Garap Pembibitan Sapi Potong (Foto Dok Industry.co.id)
Punya Potensi, Kementan Dorong Luwu Utara Garap Pembibitan Sapi Potong (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Luwu Utara- Melihat potensi lahan yang dimiliki oleh Kabupaten Luwu Utara untuk pengembangan sapi potong, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong wilayah tersebut untuk menggarap pembibitan ternak sapi potong.

"Saya melihat memang belum sempurna, tapi dengan kesungguhan dan komitmen yang dimiliki oleh kepala daerah di Luwu Utara ini untuk mengoptimalkan potensi wilyahnya, maka semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan," kata I Ketut Diarmita Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan UPTD Sapi Potong Bukit Simbolong di Desa Sumilin Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sabtu 17 Februari 2018.

Saat ini Pemerintah memang sedang berupaya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri agar terjadi lompatan populasi yang signifikan, diantaranya melalui Upsus Siwab, penguatan UPT perbibitan, penambahan sapi indukan impor dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif.

"Untuk pengadaan sapi indukan akan disebarkan kepada Kepala Daerah yang siap, hal itu harus ditunjukkan dengan kesiapan lahan untuk penyediaan pakan," kata I Ketut Diarmita.

Menurut I Ketut Diarmita, komitmen daerah dalam menyiapkan dukungan potensi lokal, baik kesiapan lahan maupun pakan yang dibutuhkan  sangat penting. "Hasil peninjauan kesiapan daerah ini akan menjadi dasar dalam penentuan layak atau tidaknya daerah tersebut menerima bantuan pemerintah, sehingga program akselerasi peningakatn populasi sapi dapat terlaksana dengan baik," ucap I Ketut.

I Ketut menyebutkan, sesuai rencana Luwu Utara akan mendapat alokasi sekitar 400 ekor sapi jenis Brahman Cross yang nantinya akan ditempatkan di UPTD Sapi Potong Luwu Utara.

Selanjutnya,  I Ketut Diarmita melakukan peninjauan di sekitar UPTD dan berharap nantinya sapi yang akan diterima dapat berkembang secara cepat, sehingga UPTD ini dapat menjadi contoh bagi UPTD sapi potong lain.

I Ketut berharap pada bulan Mei 2018 pembangunan UPTD sudah selesai dan dapat digunakan. 

Melihat kondisi di sekitar  UPTD yang jalannya berbukit-bukit, I Ketut  meminta agar dibuatkan embung-embung untuk penyediaan air. Selain itu juga disarankan agar penerapan  prinsip prinsip animal welfare yang wajib diperhatikan.  Tempat turun dan naiknya sapi, pada area yg flat / datar, kandang isolasi jika ada ternak yang sakit serta obat obatan yg cukup.

 

Pengawasan dan recording terhadap kondisi sapi dari kehilangan pun tidak luput dari perhatian I Ketut. Menurutnya perlu ada pengawasan 24 jam.

"Saya melihat Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi pengembangan sapi dan potensi lahan pengembalaan, serta sumberdaya manusia dibidang peternakan yang cukup bagus. Namun perlu adanya penataan lahan dan menambah rumput  yang berkualitas untuk Hijauan Pakan Ternak," kata I Ketut.

I Ketut juga menyarankan kepada Bupati Luwu Utara agar mengarahkan masyarakat sekitar untuk menanam rumput pakan hijauan seperti: Odot, Rumput Gajah, King Grass, Indigofera untuk menyongsong kedatangan sapi-sapi indukan Brahman Cross yang nantinya  rumput tersebut dapat dijual ke UPTD, sehingga masyarakat juga ikut dilibatkan dalam pengembangan sapi dan menambah penghasilan harian masyarakat setempat, sehingga pada gilirannya kesejahteraan petani/peternak meningkat.

Selain itu, disebutkan, karakteristik  Sapi Brahman Cross berbeda dengan sapi Bali. "Sapi Brahman Cross enggan birahi kalau pakannya tidak cukup dan tidak cocok", tambah I Ketut.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Luwu Utara mengatakan, daerahnya sudah siap untuk menerima kedatangan sapi Brahman Cross. Indah menuturkan, hal ini sebagai bukti nyata pemerintah daerah Luwu Utara dalam mendukung kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting  (UPSUS SIWAB).

Indah menyebutkan, keseriusan  Luwu Utara dalam menggarap pembibitan ternak sapi potong ini dibuktikan dengan telah dialokasikannya dana APBD sekitar lebih dari 4 Milyar untuk pembangunan Ranch Peternakan seluas 250 Ha. Pembangunan tersebut meliputi: Pembangunan kantor UPTD Perbibitan,  pembangunan pagar Ternak,  Pembangunan Gudang Pakan, Pembangunan Kandang Ternak, pembangunan pos Jaga, pengadaan kendaraan operasional UPTD, dan pengkrikilan jalan ke lokasi Ranch Sepanjang 2 km.

"Berbagai upaya telah dilakukan termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan terkait Revisi Kawasan Hutan Lindung untuk Alih Penggunaan Lahan yang direncanakan untuk peternakan", ungkap Bupati Luwu Utara.

Terkait penyediaan pakan yang nantinya dibutuhkan, Bupati Luwu Utara mengatakan, saat ini lokasi Ranch peternakan telah dilakukan penanaman hijauan pakan (HPT) seluas 10 Ha dan tahun 2018 ditambah 40 Ha.

"Di sekitar ranch telah kami tanam rumput gajah,  dan indigofera" ungkapnya.

Indah menyampaikan sudah mempersiapkan kamera pengaman (CCTV) dengan dibantu pengamanan oleh Linmas dan Babinsa sebanyak 17 orang, sehingga kekuatiran untuk kehilangan menjadi sangat kecil.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

FOTO LOW CARB

Sabtu, 20 April 2019 - 01:33 WIB

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Untuk Seminar Pertama Yang Mengangkat Karbohidrat

April 2019 (Jakarta, Indonesia), Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IILCC) 2019 yang akan berlangsung selama 2 hari…

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…