INDUSTRY.co.id - Jakarta- Aktor laga yang sudah membintangi lebih dari 60 judul film nasional, Advent Bangun, meninggal dunia tadi pagi sekitar pk 07.30 . Sebelumnya aktor yg belakangan memilih jalan hidup sebagai pendeta ini, sempat di rawat karena komplikasi beberapa penyakit.
Siapa yang tak kenal sosok Advent Bangun di tahun 80 -90 an. Pria asal Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952 ini memang aktor laga kawakan.
Dia tidak sembarang aktor laga, karena sebelum menjadi aktor dia atlit bela diri karate. Bahkan Advent Bangun adalah atlet karate nasional. Kebutuhan akan pemain film yang memiliki keahlian beladiri membuat ia dilirik oleh produser.
Tahun 1971, Advent menjadi juara nasional karate dan selama 12 tahun berturut turut terus menjadi juara satu nasional tanpa ada yang mengalahkan sampai dia meninggalkan karier karatenya.
Setahun kemudian ia tampil di berbagai kejuaraan tingkat dunia hampir di seluruh Asia, Amerika dan Eropa.
Bosan dan tidak lagi punya musuh sepadan. Dia kemudian memilih jadi aktor film laga. Tak kurang dari 60 judul film pernah ia perankan.
Di film laga, ia nyaris selalu sebagai pemeran antagonis, dan selalu dipadankan dengan Barry Prima, aktor laga yang juga jago bela diri dalam setiap film laga. Jika keduanya dipadankan, maka akan menjadi jaminan jika film itu akan sukses.
Film pertamanya adalah ‘Rajawali Sakti’ pada tahun 1976, kemudian menjadi pemeran utama bersama Enny Beatrice dalam film ‘Satria Bambu Kuning’ pada 1985, ‘Anita’ di 1984 dan ‘Dendam Jagoan’ di 1986. Film-filmnya sering disutradarai oleh Atok Suharto, Ratno Timoer, dan Sisworo Gautama yang sangat populer pada waktu itu.
Hingga kini, para penggemar film laga bela di era 80-an masih merindukan aksinya. Namun Advent memang sudah 20 tahun menghilang dari dunia film laga dan memilih jadi pendeta.
Hanya lawan mainnya Barry Prima yang masih aktif, itu pun sebagai aktor komedi dan hanya sesekali menjalani adegan laga di beberapa sinetron dan film.
Terlahir dengan nama Thomas Advent Bangun, pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara ini sejak kecil mendapatkan didikan keras. Bapaknya, M.P. Bangun yang seorang jaksa sangat ketat menanamkan nilai-nilai disiplin dan kejujuran.
Kesuksesan semula membiusnya hingga suatu saat, sebuah kekuatan doa meluruhkannya dalam pangkuan gereja. Istrinya, Lois Riani Amalia Sinulingga lah yang selalu bergumul dalam doa hingga pertobatan tumbuh di hati Advent Bangun.
Sebagai seorang pendeta, dengan nama barunya Pendeta Muda Thomas Bangun, ia juga mempunyai karunia khusus dalam pelepasan dan penyembuhan. Banyak orang yang diselamatkan jiwa dan raganya.
Jenazah Advent sendiri akan dimakamkan besok, Minggu (11/2/2018) pukul 14.00 WIB di Taman Pemakaman Umum Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Dimakamkan besok pukul 14.00 WIB dari rumah, sebelumnya pukul 13.00 WIB akan dilaksanakan kebaktian terlebih dahulu,” ujar Harun Tambun, keponakan Advent di rumah duka Jl. Kecapi II No.64, Jagakarsa, Sabtu (10/2). (AMZ)