INDUSTRY.co.id - Jakarta-Masyarakat yang terbiasa berinvestasi di pasar keuangan ditantang untuk menanamkan dananya pada profil yang berisiko agresif.

Advertisement

Bambang Simarno, Executive Director dan Head, Wealth Managemen Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan investasi profil risiko agresif didasari pemahaman atas dasar pasar ekonomi global, regional dan nasional.

"Stancart keluarkan produk wealth managemen yang baru, produk reksadana saham yang dipilih dari LQ45," kata dia di Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Advertisement

Ia menjelaskan reksadana strategi indeks ini katanya dalam lima tahun terakhir per Desember 2017. Padahal rekdana pada umumnya sulit mengalahkan indeks acuannya sendiri.

"IDX30 yang dijadikan acuan memberikan imbal hasil yang lebih optimum dibandingkan indeks lainnya," katanya.

Advertisement