INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Singapura sebagai negara teratas yang berinvestasi di Indonesia dengan 8,4 miliar dolar AS sepanjang 2017.
Posisi kedua ditempati Jepang dengan investasi 5 miliar dolar AS, diikuti Tiongkok dengan 3,4 miliar dolar AS, Hong Kong senilai 2,1 miliar dolar AS, dan di posisi kelima Korea Selatan dengan 2 miliar dolar AS.
Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, dalam paparan realisasi investasi 2017, di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa tingginya investasi Singapura dan Hong Kong lantaran kedua negara itu adalah "agregator" atau pengumpul karena merupakan "hub finansial".
"Pelan-pelan saya mau mendorong supaya kami mau mencari, di belakangnya Singapura itu kira-kira siapa? Di belakang Hong Kong itu sebenarnya siapa?" katanya.
Tom, sapaan Thomas, mengakui bahwa uang warga Indonesia sendiri juga banyak terdapat di Singapura.
Menurut dia, sah saja jika uang orang Indonesia yang diparkir di Singapura bisa masuk lagi ke Indonesia dalam bentuk penanaman modal asing (PMA).
"Dugaan saya invwstasi Singapura juga banyak dari India dan Eropa. Kita hanya melihat sebatas lahan pertamanya saja. Dalam tahun berikutnya, harus kita perbaiki dan menelusuri siapa di belakang Singapura dan Hong Kong," ujarnya kepada awak media.
Tom juga menduga pertumbuhan investasi Tiongkok akan tetap kuat pada masa mendatang.
Ia pun meyakini porsi investasi Tiongkok juga terdapat dalam investasi Singapura dan Hong Kong yang tinggi.
"Saya yakin dari Hong Kong dan Singapura ada porsi dari Tiongkok. Tiongkok ini pertumbuhannya tetap kuat dan trennya akan bertahan," pungkasnya.
BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang 2017 mencapai Rp692,8 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp678,8 triliun.
Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang 2017 mencapai Rp262,3 triliun, naik 21,3 persen dibanding capaian 2016 sebesar Rp216,2 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp430,5 triliun, naik 8,5 persen dibanding capaian 2016 sebesar Rp396,6 triliun.