Asosiasi Pabrikator Jembatan Baja Akui Baja Impor Lebih Murah

Oleh : Ridwan | Sabtu, 27 Januari 2018 - 11:00 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, jembatan menjadi salah satu proyek strategis yang sangat penting untuk menunjang akses transportasi.

Tidak heran jika permintaan akan material terus meningkat, salah satunya baja. Namun faktanya, para kontraktor maupun distributor masih banyak mangimpor material tersebut.

Sekjen Asosiasi Pabrikator Jembatan Baja Indonesia (APJBI), Andi Syukri mengatakan impor baja yang selama ini dilakukan lantaran harga di luar negeri lebih murah. Meskipun secara kualitas baja Indonesia tidak kalah bagus dengan negara lain.

"Sebenarnya pasar ini kan bermacam-macam tidak hanya kontraktor saja, kebutuhannya macam-macam ya. Tentunya kontraktor juga inginnya yang murah dan itu ditangkap oleh para importir dan para distributor," kata Andi dalam acara 'Steel Friday Lunch Club' yang diselenggarakan oleh Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia di Jakarta (26/1/2018).

Disisi lain, Customer Relation PT Gunung Garuda, Kodrat Satriawan mengatakan, kebutuhan akan material baja sudah bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

"Kebutuhan akan material jembatan baja sudah bisa kami penuhi dan kami produksi," terangnya.

Ia mengeluhkan derasnya impor baja yang selama ini terjadi. Sebab hal ini tentu sangat merugikan produsen baja tanah air.

"Saat ini yang dikhawatirkan oleh para produsen adalah masuknya material impor maupun jembatan siap pasang yang sering kali dipakai oleh proyek-proyek swasta maupun proyek pemerintah," kata Kodrat.

Dia menambahkan, semakin banyak proyek jembatan makin banyak material yang diserap untuk membuat suatu unit jembatan. Maka Kodrat memastikan bahwa para produsen baja Indonesia mampu memenuhi kebutuhan material tersebut.

"Makin banyaknya proyek jembatan makin banyak pula material yang diserap untuk membuat suatu unit jembatan," tandas Kodrat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BTN telah menyelesaikan Safari Ramadan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 H. Pada acara puncaknya, Bank BTN memberikan santunan kepada sekitar 300 anak Yatim dari 6 Yayasan Yatim Piatu dari kawasan Jakarta dan Banten.

Senin, 27 Mei 2019 - 20:12 WIB

Safari Ramadan, Bank BTN Donasikan Rp 2,24 Miliar

Jakarta-Menjelang pekan terakhir di bulan Ramadan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyelesaikan rangkaian acara Safari Ramadan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Ningrum Natasya Sirait SH, Mli. (foto doc usu.ac.id)

Senin, 27 Mei 2019 - 19:45 WIB

KPPU Tak Berwenang Awasi Kemitraan Sawit

JAKARTA – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dinilai tidak berwenang mengawasi kemitraan inti-plasma yang terjadi di perkebunan kelapa sawit. Pasalnya dasar hukum yang digunakan oleh…

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

Senin, 27 Mei 2019 - 18:35 WIB

Ciptakan SDM Berkualitas, Kemenperin Gandeng Chandra Asri Bangun Politeknik Petrokima

Pemerintah terus berkomitmen untuk pengembangkan industri petrokimia dalam negeri agar semakin berdaya saing di kancah global. Salah satu upayanya melalui penyiapan sumber daya manusia yang…

Hotel Pullman Central Park Jakrta Buka Puasa Bersama (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 27 Mei 2019 - 18:00 WIB

Pullman Jakarta Central Park Buka Puasa Bersama Ibu Guru Kembar dan Siswa Sekolah Darurat Kartini

Pullman Jakarta Central Park Bersama dengan Ibu Guru Kembar—Rossy dan Rian berbagi kebahagiaan Bulan Ramadhan dengan siswa siswi Sekolah Darurat Kartini yang bertempat di Lodan Ancol Jakarta…

Ilustrasi Industri Manufaktur (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 27 Mei 2019 - 17:10 WIB

Triwulan I/2019, Industri Manufaktur Mampu Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan, sejumlah industri manufaktur mampu berkinerja di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi…