INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sistem dari perusahaan startup lokal Gilkor yang dapat meningkatkan interaksi dengan pelanggan telah berhasil dimplementasikan di 4 mall besar di Indonesia: Pacific Place, PIK Avenue, Mall of Indonesia dan Grand Galaxy Park. Bekerja sama dengan mall-mall besar, Gilkor telah menciptakan suatu inovasi sistem yang disebut ELYS, atau Engagement Loyalty System.
Sistem ELYS all-in-one Gilkor telah membantu manajemen mal untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan jumlah pengunjung dengan memonitor apa yang pelanggan inginkan dan bagaimana berinteraksi yang tepat, berdasarkan data pelanggan.
"Sebelumnya, data pelanggan mal – mal dan perusahaan ritel besar ini terdapat di berbagai tempat dan tidak beraturan," kata CEO Gilkor Sinartus Sosrodjojo di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Ia menambahkan, sistem Gilkor membantu menarik data yang relevan dan mengkoordinasikannya dengan departemen yang tepat, dengan cara yang lebih sederhana dan hemat biaya. Misalnya, fitur voucher digital yang membantu menyederhanakan proses penyebaran kupon sambil memberikan perlindungan terhadap kasus penipuan.
"Manajemen juga dapat menggunakan sistem ini untuk menetapkan target dan mengidentifikasi area yang harus mereka kembangkan. Semua ini terdapat dalam satu dashboardsederhana yang mudah untuk digunakan dan dimengerti," ungkapnya.
Gilkor menghadirkan solusi inovasi yang memudahkan interaksi dengan pelanggan sehingga mall-mall dan ritel besar mendapatkan kembali pelanggan mereka meskipun menghadapi serangan bisnisonline.
"Satu-satunya cara untuk bersaing dengan sukses di pasar ritel yang ramai adalah dengan mempertahankan dan mengembangkan basis pelanggan dengan cara meningkatkan tingkat interaksi dengan pelanggan," kata Sinartus.
Menurutnya, ritel perlu mengidentifikasi dan memahami kebiasaan pelanggan mereka, untuk dapat menentukan interaksi yang tepat. Mereka harus selalu berhubungan dengan konsumen agar tidak kalah dalam persaingan.
"Di satu sisi, toko ritel kecil justru pandai dalam melakukan strategi ini. Mereka mengenal pelanggan mereka secara pribadi. Sedangkan Gerai retail dan mall besar, seringkali tidak mengetahui identitas pelanggan mereka. Banyak dari mereka masih menganggap pengunjung atau pelanggan sebatas angka pada laporan keuangan mereka," tambahnya.
David Hilman, COO PT Agung Sedayu Retail Indonesia mengutarakan, sistem Gilkor telah membantu dalam menyederhanakan analisa dan mengumpulkan data pelanggan.
"Sistem ini telah memungkinkan kami untuk memonitor dan mengambil langkah yang tepat berdasarkan data pelanggan kami. Dengan kombinasi ini, Gilkor telah sukses menggabungkan berbagai hasil operasional ke dalam satu dashboard yang mudah digunakan sehingga kami dapat bergerak lebih cepat untukmencapai target." katanya.
Gilkor pada awalnya didirikan pada tahun 2010 sebagai sistem promo kartu kredit, sejak awal menyadari bahwa bisnis ritel yang memiliki toko fisik akan menghadapi tantangan di masa depan sehingga Gilkor menciptakan suatu solusi.