INDUSTRY.co.id - Jakarta, InternetRetailing Expo (IRX) Indonesia kembali digelar. Event yang memasuki tahun ketiga ini akan menjadi menjadi titik temu bagi para penjual, peritel multi-kanal dan peritel online dengan para penyedia dan belajar dengan saling berbagi pengalaman dan implementasi studi-studi kasus.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widyanti, yang membuka ajang ini mengatakan bahwa IRX Indonesia sangat mendukung ecommerce di Indonesia.
"Kita tidak menyangka kemajuan teknologi sangat cepat, bahkan regulasi belum bisa mengikuti. Kemajuan teknologi ini suatu keniscayaan yang tidak bisa kita hindari," ujar Tjahya di Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Tjahya mengatakan bahwa Kemendag berkomitmen mendukung ecommerce dengan menjalankan empat amanah dari roadmap ecommerce yang telah disahkan tahun lalu.
Dia menjelaskan bahwa Kemendag telah menyiapkan konsep regulasi dalam bentuk Permendag ketika nanti Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) telah diselesaikan. Kemendag juga telah menyiapkan rancangan peraturan pemerintah untuk transaksi perdagangan secara online.
Selain itu, Tjahja juga mengatakan bahwa Kemendag akan mengedukasi pemangku kebijakan dan mengedukasi para pelaku industri di bidang ecommerce.
Berdasarkan laporan dari Research and Markets menunjukkan bahwa pasar ritel online Indonesia adalah yang terbesar di kawasan Asia Pasifik karena jumlah penduduk yang besar. Faktor-faktor yang mendorong eCommerce adalah peningkatan penetrasi Internet dan konektivitas mobile, serta demografis dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, CNBC padaawal tahun 2017 juga melaporkan bahwa dengan populasi lebih dari 250 juta dan adopsi internet yang bertumbuh dengan cepat, kepulauan Indonesia akan menjadi surga belanja online dan proyeksi terkini mengatakan akan mencapai US$ 130 miliar di tahun 2020.
Sementara itu, Richard Ireland selaku Managing Director Clariom Events Asia, penyelenggara IRX Indonesia 2018 mengatakan, IRX Indonesia pertama kali diadakan karena potensi yang sangat besar dari pasar ritel internet yang telah berkembang signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk edisi ketiganya, lanjutnya, IRX Indonesia menarik lebih dari 2.000 pengunjung dengan berbagai sesi dari lebih 50 penyedia solusi dalam bidang infrastruktur dan inovasi digital, pembayaraan digital, hingga penyediaan last-mile.
"Acara ini mempertemukan retailer dengan platform teknologi, platform pembayaran dan logistik. Ini tidak hanya untuk retail tradisional tetapi juga keduanya, omni-channel," kata Richard.
Richard mengatakan bahwa IRX Indonesia juga akan menghadirkan pembicaraan seputar manusia dan keamanan teknologi, serta penggunaan data untuk menghasilkan keputusan yang berbeda.
Lebih dari 120 pembicara dalam bidang peritel multikanal dan ecommerce akan membagikan pengalaman dan pengetahuan dalam sesi-sesi konferensi dan loka karya di IRX Indonesia 2018.
Ajang yang digelar dua hari ini akan menghadirkan berbagai pembicara lokal dan internasional antara lain Duri Granzuon co-CEO Lazada Indonesia, Kusumo Martanto CEO Blibli.com dan Faiz Fashridjal Head of Marketing Blanja.com.
Dua track baru yang akan menjadi fokus di IRX Indonesia 2018 adalah makanan dan minuman, dan fesyen dan kecantikan, yang digadang-gadang akan menjadi industri paling menguntungkan dalam perekonomian Indonesia saat ini.
Sebuah inisiatif baru juga diluncurkan di ajang tahun ini yaitu IRX Startup Elevator Pitch, yang bertujuan mengidentifikasi unicorn di industri ritel dan ecommerce. Sepuluh startup yang terpilih memiliki peluang untuk meyakinkan investor terkemuka seperti Convergence Ventures, Kejora Ventures, Rebright Partners dan Mandiri Capital.