INDUSTRY.co.id - Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Risk & Governance Summit (RGS) 2016 pada 29 November mendatang yang mengambil tema "Ethical Governance: The Soul of Sustainability".

Ketua Dewan Audit Ilya Avianti mengatakan tema tersebut dipilih dengan maksud untuk menyegarkan kembali kesadaran bersama bahwa menerapkan tata kelola yang baik (good governance) akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita menjaga nilai etik, sebagai jiwa (roh) dari good governance.

"Kami meyakini bahwa membangun kualitas 'good governance' tidak hanya menjadi tanggung jawab dan kewenangan otoritas, pejabat, tokoh, dan institusi formal namun menjadi tanggung jawab kita bersama," ujar Ilya saat temu media di Jakarta, Selasa (22/11)

Melalui RGS 2016 tersebut, OJK berharap dapat membangun komitmen, strategi, dan inisiatif bersama di antara seluruh pemangku kepentingan dan juga generasi muda melalui penguatan 'leadership' dalam 'ethical governance' untuk menjamin keberlanjutan.

RGS sendiri dibentuk dengan tujuan mewujudkan perekonomian nasional yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan stabil melalui kegiatan sektor jasa keuangan yang terselenggara secara teratur, adil, transparan dan akuntabel.

RGS adalah forum tahunan yang menjadi tempat berkumpulnya stakeholders di bidang GRC (governance, risk management, compliance, quality management, internal audit, komite audit, dan lain-lain).

RGS sebagai media untuk berbagi pengalaman, update peraturan dan best practices terakhir, juga sebagai media untuk membangun komitmen, strategi, dan inisiatif baru dalam mengakselerasi peningkatan efektivitas good governance.

Ilya menambahkan, membangun kualitas good governance tidak cukup hanya melalui tataran formal/legal, struktural, dan administratif.

"Kita bersama harus kembali pada esensi dan jiwa (roh) substansi good governance, dengan menggunakan pendekatan principle based dalam penerapannya, dan hanya dengan itu maka tujuan penerapannya akan tercapai secara substansial," ujarnya.

RGS 2016 akan dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad dengan menghadirkan pembicara utama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Pembicara lainnya adalah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto, Bupati Tegal Enthus Susmono, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan dokter spesialis anak dan konsultan sub spesialis Gastrohepatologi dr Purnamawati. Acara ini dipandu oleh Zainal Arifin Muchtar dan Najwa Shihab.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, RGS 2016 ini diawali dengan penyelenggaraan RGS Workshop: Menyemai Governance Kaum Muda yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 November 2016. Workshop diikuti oleh 47 mahasiswa berprestasi dan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 12 Perguruan Tinggi di Jabodetabek, Serang dan Bandung.

Dalam workshop tersebut, para mahasiswa mendapatkan tambahan wawasan tentang governance dan edukasi anti korupsi dari para pakar di bidang governance. Narasumbernya yaitu Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance/KNKG, Dr Antonius Alidjojo, Deputi Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Dr Pahala Nainggolan, dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Dr Hamdan Zoelva.

Narasumber lainnya adalah Pendiri Indonesian Future Leaders dan Ruangguru.com M. Iman Usman dan Putri Indonesia 2008, Zivanna Letisha Siregar, dua anak muda berprestasi yang diharapkan mampu memotivasi para peserta.

Workshop akan menghasilkan ide inovatif (smart action for better governance) oleh para mahasiswa yang hadir dan akan diimplementasikan pada masing-masing lingkungan kampusnya. Di akhir kegiatan, ke-47 mahasiswa tersebut akan diresmikan menjadi Youth Governance Ambassador. Para Ambassador ini diharapkan dapat menjadi tunas-tunas muda Governance Indonesia.

Pada kegiatan RGS tahun ini juga akan diselenggarakan acara pemberian apresiasi. Apresiasi diberikan oleh Forum Komunikasi Profesi dan Lembaga di bidang Governance, Risk & Compliance (GRC) yang terdiri atas 17 asosiasi/lembaga yang mewakili komunitas profesional/praktisi di bidang GRC.

Apresiasi dalam bentuk GRC Award 2016 ini diberikan kepada tokoh yang berjasa dalam membangun, mengembangkan, serta menjaga keberlangsungan profesi di bidang GRC.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang maksimal terhadap pengembangan profesi dan penegakan GRC di Indonesia. Ada 3 kategori penghargaan yang akan diberikan kepada 5 orang tokoh terpilih, yaitu sebagai Penggagas, Praktisi dan Pendidik.(Ant/Hrb)