INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar (PG) Airlangga Hartarto (AH) menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait jabatannya sebagai Menteri Perindustrian.

Advertisement

Airlangga menegaskan jabatan menteri adalah hak kewenangan presiden.

"Itu hak prerogatif presiden," kata AH usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-45 di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (10/1/2018).

Advertisement

Sayangnya, ia tidak menjawab apakah akan mengundurkan diri seperti Khofifah Indar Parawansa ‎yang mundur dari Menteri Sosial karena menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur. Dia hanya menegaskan semua diserahkan ke Presiden Jokowi.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) Happy Bone Zulkarnain mengemukakan AH tidak masalah menjabat Ketum Golkar sekaligus Menteri Perindustrian. Jabatan menteri untuk menyukseskan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Sementara jabatan Ketum untuk meningkatkan kembali elektabilitas Golkar.

Advertisement

"Enggak ada soal. Beliau (AH) siap dua-duanya," kata Happy.

Sebagaimana diketahui, AH baru terpilih menjadi Ketum Golkar pada 20 Desember 2017 lalu. Dia menggantikan Setya Novanto yang telah menjadi tersangka KPK dalam kasus e-KTP.

Advertisement