INDUSTRY co.id -Bekasi - Dalam hitungan beberapa hari lagi, Bekasi akan segera memiliki destinasi wahana baru yang merupakan pengembangan wisata industri yang pertama di Indonesia.
“Industrial Tourism” pertama di Indonesia ini bertajuk Bekasi Industrial Tourism (BIT) yang akan diluncurkan pada tanggal 17 Januari 2018 bersamaan dengan acara Indonesia Art Exhibition yang bertempat di Jababeka Convention Center, Cikarang. Harapanya pada peluncuran tersebut, nantinya akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Jalur Bekasi-Kerawang Industrial Belt telah menjadi pusat ZONI (Zona Internasional) yaitu tempat berlokasi 8 kawasan industri besar di Indonesia, antara lain adalah Kawasan Industri Jababeka, Delta Silicon, Bekasi International Industrial Estate (Kawasan Industri Hyundai), Greendland International Industrial Center, Karawang International Industrial City, Megapolis Manunggal 2100, Bekasi Fajar Industrial Estate dan East Jakarta Industrial Park, menjadi asset nasional diperkirakan tersebarnya kurang kebih 4000 industri manufaktur sebagai pusat logistik dan distribusi nasional, bahkan pengendali ekspor nasional ke pasar global.
Dengan mengadopsi Samsung Industrial Tour di Korea, Toyota Car Exhibition di Jepang, dilahirkannya Bekasi Industrial Tourism (BIT), diprakarsai oleh PT Jababeka Tbk akan berfungsi sebagai meeting-point ABG-C yaitu tempat berkumpulnya para Akademisi, Bisnis atau pelaku industri, Government dan Community, yang mengacu pada Educational Tour, Educational Entertainment, Educational Training Development, Cultural Culinary Center dan Audio Tour.
Pada acara peluncuran ini, nantinya diharapkan juga akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk dapat turut menyaksikan dan mendukung kegiatan ini.
Bagi kepariwisataan, khususnya pariwsata domestik diharapkan dapat menciptakan kenaikan jumlah kunjungan dan “traffic load” kegiatan ke destinasi industri, selain mendorong tingkat ekonomi pariwisata di destinasi industri tersebut.
Bagi perindustrian, dapat mengundang potensi investor berkunjung ke destinasi industri. Bagi pendidikan, dapat melakukan kegiatan rekreasi industri yang bersifat “experience learning atau outing class”, yang diharapkan dapat mengembalikan esensi dari Study Tour yang seharusnya mengedepankan nilai edukasi yang penuh FUN & JOY.