INDUSTRY.co.id - Jakarta-Manulife Aset Managemen Indonesia (MAMI) memproyeksikan imbal hasil obligasi akan di level 6% pada 2018.

Advertisement

Ezra Nazula, Chief Invesment Officer, Fixed Income Manulife Aset Managemen Indonesia (MAMI) mengatakan, imbal hasil tersebut masih akan menarik investor asing untuk berinvestasi di pasar obligasi Indonesia.

"Tahun depan suplai, biasanya pemerintah free funding, tahun ini beda free funding yang sudah US$4 miliar, tetapi dalam rupiah enggak. itu berarti pemerintah cukup nyaman. Pasar obligasi rupiah terjaga kondusif, dan budget imbal hasil kisatan 5,75% - 6,25%," kata dia di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Advertisement

Pasar obligasi, kata dia tidak akan rentan dengan outflow, sebab profil investor saat ini sangat berbeda dengan yang dulu. Terdahulu investor yang berfikir jangka pendek, namun sekarang sudah jangka panjang seperti Dana Pensiun.

"Kepemilikan asing di obligasi sekitar 38%- 39%, lihat kaji lebih dalam, dulu asing beli obligasi investoor jangka pendek, ketika yield turun keluar, tapi dengan Indonesia dapat invesment grade mulai berubah tipikal investor yang memiliki obligasi tipikal long time sepeti sentral bank dunia. Ada juga Dapen jangka panjang seperti BPJS," katanya.

Advertisement

Data yang ada inflow atau dana masuk hingga saat ini mencapai Rp130 triliun lebih naik dari tahun lalu sebesar Rp120 triliun lebih. Meskipun akan ada outflow tidak akan mengganggu pasar obligasi Indonesia.

"Ini level menarik karena return,yield naik ke 7% selama tidak ada hal yang tidak jelek. Meski nanti yield turun turun ke 6 persen level yang wajar selama 10 tahun kedepan," katanya.

Advertisement