Ada Alasan Subyektif Obyektif TSK Emirsyah Satar Belum Ditahan

Oleh : Herry Barus | Rabu, 06 Desember 2017 - 06:48 WIB

Emirsyah Satar, Mantan Dirut PT Garuda Indonesia
Emirsyah Satar, Mantan Dirut PT Garuda Indonesia

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sejumlah alasan, kenapa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar sampai saat ini belum ditahan, meskipun yang bersangkutan telah menjadi tersangka kasus suap.

Padahal, KPK sebelumnya sudah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia pada Januari 2017.

"Kalau penahanan kan kewenangan dari penyidik. Kalau ditanya kenapa kan beda-beda dari setiap penanganan (kasus, red)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK Jakarta, Selasa (5/12/2017) malam.

Menurut Priharsa, penyidik pasti mempunyai pertimbangan objektif dan subjektif soal belum ditahannya Emirsyah Satar tersebut.

"Pertimbangan objektif menyangkut dugaan pasal yang disangkakan itu diancam hukuman lima tahun lebih. Kalau pertimbangan subjektifnya yang bersangkutan dikhawatirkan menghilangkan bukti, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri. Pertimbangan itu yang belum diambil oleh penyidik sampai dengan saat ini," tuturnya.

KPK telah menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA).

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (ketiga dari kanan) didampingi oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (paling kanan) dan Direktur Human Capital Management Telkom Edi Witjara (kedua dari kanan) menyerahkan simbolis bantuan siswa berprestasi

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:59 WIB

Telkom Berikan Bantuan CSR Peduli Pendidikan Nasional bagi Sekolah di Wilayah 3T

Jakarta – Sebagai bagian dari rangkaian peringatan 54 tahun PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Menteri BUMN Republik Indonesia Rini M. Soemarno didampingi Direktur Utama Telkom Ririek…

Agoda Mix and Save (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 12:00 WIB

Agoda “Mix and Save” Membantu Wisatawan Menemukan Penawaran Akomodasi yang Lebih Baik

Agoda, salah satu platform perjalanan digital yang paling cepat berkembang di dunia, hari ini meluncurkan fitur "Mix and Save"bagi para pelancong dengan budget terbatas. Fitur ini memungkinkan…

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:36 WIB

JPRMI Tingkatkan Pengkayaan Kemampuan Jurnalistik Video

Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) bekerjasama dengan Tawaf TV DMI Adakan Pelatihan Video Jurnalistik Dasar di Centennial Tower, Sebagai bentuk pengkayaan keilmuan dan kemampuan…

Bank BRI. (Irvan AF/INDUSTRY.co.id)

Minggu, 21 Juli 2019 - 11:19 WIB

Bank BRI Garap Bisnis DPLK

Jakarta - Belum banyak orang yang mempersiapkan kebutuhan finansialnya di masa mendatang, terutama kebutuhan di hari tua saat usia tidak produktif lagi. Bank BRI sebagai salah satu lembaga keuangan…

Suzuki Jimny (Foto: Ridwan)

Minggu, 21 Juli 2019 - 10:30 WIB

Jimny, Mobil Legendaris dengan Segudang Cerita

Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berhasil meluncurkan produk yang melekat di hati masyarakat, salah satunya adalah Jimny.