Kunjungan WismanTurun dampak Erupsi Gunung Agung Bali

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 04 Desember 2017 - 19:00 WIB

Ilustrasi Kunjungan Wisatawan manca negara (Wisman)
Ilustrasi Kunjungan Wisatawan manca negara (Wisman)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Oktober 2017 sebesar 4,54 persen yang salah satu penyebab utamanya adalah dampak dari erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers mengatakan bahwa penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai tersebut tercatat mencapai 15,99 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 550,2 ribu kunjungan menjadi 462,3 ribu kunjungan.

"Pada Oktober 2017 jumlah kunjungan yang melalui Ngurah Rai turun 15,99 persen, itu ampak letusan Gunung Agung dan peringatan dini sebelumnya," kata Suhariyanto, di Jakarta, Senin (4/12/2017)

Secara keseluruhan, tercatat pada Oktober 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,15 juta kunjungan yang terbagi dari 964,8 ribu merupakan wisman yang masuk melalui 19 pintu utama dan sebanyak 193,7 ribu kunjungan dari luar pintu utama.

Beberapa pintu masuk utama yang mengalami jumlah penurunan penumpang selain Bandara Ngurah Rai adalah Bandara Soekarno-Hatta sebesar 1,70 persen dan di Batam turun 4,89 persen.

Tercatat, kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak masih berasalh dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mencapai 167,7 ribu kunjungan, diikuti Singapura sebanyak 113,8 ribu kunjungan, Malaysia 113,3 ribu kunjungan, Australia 101,1 ribu kunjungan dan Jepang sebanyak 42,8 ribu kunjungan.

Secara kumulatif periode Januari-Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 11,62 juta kunjungan atau naik 23,55 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,40 juta kunjungan.

Sejak 20114, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus mengalami kenaikan. Pada 2014, jumlah kunjungan sepanjang tahun sebanyak 9,4 juta kunjungan, 2015 sebanyak 10,23 juta kunjungan dan pada 2016 sebanyak 11,51 juta kunjungan.

Sementara untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2017 mencapai rata-rata 56,93 persen atau naik 0,80 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2016 yang tercatat sebesar 56,13 persen.

Namun, jika dibanding TPK September 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 1,49 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2017 tercatat sebesar 1,92 hari, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibandingkan keadaan Oktober 2016.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bibit Ubikayu (Foto:Doc Kementan)

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:37 WIB

Pengembangan Bibit Unggul Ubi Kayu, Kementan Bantu Sertifikasi

Jakarta - Industri Pangan olahan ubi kayu saat ini sedang digandrungi masyarakat. Mulai dari minuman berbahan tapioka hingga makanan ringan seperti kripik atau chips stik. Untuk itu dibutuhkan…

CIMB Niaga - foto IST

Senin, 21 Oktober 2019 - 22:17 WIB

CIM Niaga Miliki Aplikasi Mobile Banking

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memperkenalkan aplikasi mobile banking terbaru bagi nasabah korporasi yaitu BizChannel@CIMB Mobile. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan dapat…

Ilustrasi

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah satunya melalui Rapat Kerja Teknis Balai (Rakernis) dengan tema menyikapi…

FGD KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Senin, 21 Oktober 2019 - 16:39 WIB

Butuh Keputusan Politik yang Kuat untuk Melindungi Lahan Pertanian

Jakarta-Anggota DPR RI Herman Khaeron mengatakan, untuk mewujudkan etahanan pangan nasional perlu keputusan politik yang kuat dari pemerintah. Sebab, berbagai masalah yang muncul sebagai kendala…

Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 21 Oktober 2019 - 16:30 WIB

Kemenperin Fasilitasi IKM Perhiasan Perluas Akses Pasar

Kementerian Perindustrian proaktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan untuk terus memperluas akses pasarnya baik kancah domestik maupun global. Langkah strategis…