Perkebunan Sawit Bersertifikat RPSO Tiga Juta Hektar

Oleh : Hariyanto | Kamis, 30 November 2017 - 14:07 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Jumlah perkebunan sawit yang mendapatkan sertifikasi dari lembaga internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) lebih dari tiga juta hektare di berbagai negara.

"Kami telah membuat kemajuan yang signifikan dalam setahun terakhir, dengan total perkebunan bersertifikasi RSPO yang mencakup 3,2 juta hektare di 16 negara, meningkat 14 persen sejak periode pelaporan terakhir," kata CEO RSPO Darrel Webber dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (30/11/2017) .

Sebagaimana diketahui, RSPO sedang menggelar ajang konferensi ke-15 yang diselenggarakan di pulau Bali, Indonesia, 29-30 November 2017.

Menurut Darrel Webber, RSPO perlu untuk terus meningkatkan kerja sama dengan mitra terutama di daerah berkembang untuk memberi perubahan yang signifikan.

Dia memaparkan, jumlah keanggotaan RSPO mengalami peningkatan yang signifikan di seluruh dunia, di mana China dan Amerika Utara mencatat kenaikan masing-masing 30 persen dan 62 persen.

Sebagaimana diwartakan, pelaku usaha industri kelapa sawit harus memastikan perusahaan yang dimiliki mereka benar-benar terbebas dari aktivitas deforestasi dalam rangka meningkatkan kualitas komoditas salah satu andalan ekspor Indonesia itu.

"Industri minyak sawit masih merusak dan laporan kami menunjukkan para pedagang tidak mempunyai rencana untuk memperbaikinya," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Bagus Kusuma, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Greenpeace International telah mengeluarkan laporan terbaru yang mengungkapkan bahwa para pemasok ke sejumlah merek di dunia masih belum dapat menjamin sawit mereka bebas dari deforestasi.

Ia juga berpendapat bahwa tak satu pun dari perusahaan tersebut bisa membuktikan tidak ada deforestasi dalam rantai pasok minyak sawit mereka, dan menyatakan industri minyak sawit penyebab utama deforestasi.

Bagus menyatakan situasi ini sangat penting bagi hutan Indonesia, karena negeri ini dinilai telah kehilangan jutaan hektare hutan dan deforestasi merupakan ancaman besar bagi hewan langka yang tinggal di sana.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Yanmar kembali dukung AFF Suzuki Cup 2020

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:34 WIB

Untuk Ketiga Kali Berturut-turut, Yanmar Kembali Dukung Perhelatan AFF Suzuki Cup 2020

Yanmar Co., Ltd. telah memperbarui masa sponsornya untuk AFF Suzuki Cup dalam turnamen edisi 2020.

CEO Indodax, Oscar Darmawan

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:30 WIB

Viral di TikTok, Aset Kripto Dogecoin Naik 100 Persen Dalam Sehari

Tren kenaikan harga DOGE karena viral di Tiktok juga menjadi sorotan media di Amerika Serikat dan negara lainnya. Di Indonesia, Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di INDODAX, Indonesia startup bitcoin…

Menteri BUMN Erick Thohir

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:15 WIB

Erick Thohir Sebut Ekonomi Nasional Baru Akan Pulih 100% di 2022

Ekonomi nasional diperkirakan baru akan pulih 100 persen pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya, sektor dunia usaha baru akan pulih pada kuartal I/2020. Namun, itu tergantung dengan jenis bisnisnya.

Salah Satu Nasabah Menerima Pencairan Dana Melalui LinkAja

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:15 WIB

Canggih...PNM Berkolaborasi dengan LinkAja Luncurkan Pilot Project PNM Mekaar Berbasis Digital

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu, Jakarta pada Rabu (8/7). Pilot project berupa…

Aston Inn Pandanaran Semarang Mengadakan Rapid Test Bagi Karyawan

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:00 WIB

Aston Inn Pandanaran Semarang Mengadakan Rapid Test Bagi Karyawan

Ditengah kondisi pandemik ini pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah asset utama dalam mempertahan kesehatan yang optimal selain di butuhkan kondisi yang fit, olah raga teratur…