INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank MNC optimis adanya kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) yang belum lama diterapkan Bank Indonesia (BI) dpat membantu likuditas perbankan yang ujungya akan menurunkan cost of fund perbankan.
Direktur Utama Bank MNC Benny Purnomo mengatakan salah satu yang diloggarkan oleh BI pada valas, yang itu berdampak positif pada ekspor Indonesia ke manca negara.
“Itu satu potensi buat bank bagaimana menggarap pasar valas. Jadi kalau kita lihat sekarang export digalakkan kemudian bank berpotensi melayani nasabah yang mau export dan membutuhkan kebutuhan valas lebih baik,” kata dia di Jakarta, Rabu (29/11/2017).
Adapun ketentuan GWM Averaging ini sudah berlaku pada 1 Juli 2017 lalu. Penyempurnaan aturan GWM Primer tersebut dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.19/6/PBI/2017 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional.
Pada sisi lain, dengan GWM averaging ke valas akan menambah jumlah likuiditas perbankan, karena akan banyak investor masuk yang membawa valas. Selain itu, bank juga ketibanan fee base income dari transaski tersebut serta adanya jarak bunga yang baik. “Benar, Dengan banyaknya investasi yang masuk jumlah usd yang ada di Indonesia akan lebih banyak. Ketika likuiditas meningkat, bank berpotensi menurunkan suku bunga. Ujungnya adalah bagaimana bank lebih bisa efisiensi dan kemudian suku bunga kredit bisa turun,” katanya.