INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah Denmark akan meningkatkan hubungan kerja sama dengan Indonesia dalam dua bidang sektor maritim, yakni desain rute kapal dan energi angin.
Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno di Museum Bahari Jakarta, Selasa (28/11/2017) mengatakan bahwa kerja sama untuk mendesain rute kapal akan mendukung program tol laut.
"Dalam konteks tol laut, beberapa kawasan di Indonesia 'kan ekonominya tidak begitu dinamis. Barang datang tetapi kapal tidak bisa membawa balik apa-apa," katanya.
Kondisi tersebut diharapkan bisa diatasi dengan mengubah rute pelayaran tol laut.
"Jadi, tidak perlu lagi dari Surabaya langsung ke Papua. Akan tetapi, dari Surabaya bisa ke poin mana, lalu disebar ke poin mana," katanya.
Havas menjelaskan kerja sama Denmark untuk desain rute kapal telah berlangsung dan akan terus ditingkatkan. Hal itu lantaran Denmark dikenal memiliki armada kapal paling banyak di dunia.
Adapun untuk pengembangan energi tenaga angin, dia mengatakan bahwa hingga saat ini proyek pembangkit listrik tenaga angin yang diinisiasi Denmark masih dalam tahap uji coba.
Namun, karena statusnya masih uji coba, kapasitas pembangkitnya masih terbilang kecil.
"Kita lihat 'maintenance' (pemeliharaan) dan teknologi baru juga yang ternyata tidak perlu angin yang terlalu besar, mungkin sekitar 3 meter per detik. Meski teknologi baru itu tidak terlalu kencang, kami harap tetap bisa memberi kontribusi," ujarnya seperti dilansir Antara.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa pagi, Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen membahas lima sektor peningkatan hubungan kerja sama antara kedua negara, termasuk sektor maritim.
Kerja sama yang disebutkan Jokowi kepada wartawan di antaranya pemberantasan llegal, unreported and unregulated (IUU) fishing dan dukungan Denmark terhadap Our Ocean Conference di Indonesia pada tahun 2018, selain juga penanganan sampah.